BIN Akan Perkuat Sistem Agar Data Tak Bocor Di-hack: Itu Bagian dari Kedaulatan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto di Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (27/8/18). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto di Sate Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (27/8/18). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan tidak ada data yang bocor baik itu menyangkut dokumen Presiden Jokowi dan BIN sendiri. Sejumlah langkah pun diambil BIN untuk mengantisipasi hacker, salah satunya memperkuat sistem perlindungan.

"Kita akan selalu memperkuat sistem yang ada dengan sistem enkripsi yang kita diperbarui dengan sistem yang ada dan juga semua mengunakan persandian dan kita tidak lantas diam begitu saja," kata Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto di Jakarta, Sabtu (10/9).

Wawan menuturkan, tidak hanya Indonesia yang menjadi sasaran hacker, terdapat negara lain.

kumparan post embed

Dia menambahkan, BIN akan terus selalu memperkuat sistem pengamanan. Hal ini juga sebagai upaya dalam menjaga kedaulatan.

"Semua elemen kita waspada karena memang ancaman itu setiap saat terjadi dan secara prinsip semua demi keamanan kita dan jadi kedaulatan kita dan tidak ingin pertaruhkan untuk sesuatu ilegal," ujarnya.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Dugaan ini pertama kali mencuat dari data milik pemerintah RI berupa surat yang ditujukan kepada Presiden RI Jokowi dan dokumen BIN berlabel rahasia pada 2019-2021 bocor di internet. Data bocor ini diunggah hacker yang memakai nickname Bjorka.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membantah adanya kebocoran data pemerintah RI di internet.

"Tidak ada data isi surat-surat apa pun yang kena hack," kata Heru kepada wartawan, Sabtu (10/9).