BIN Beri Bantuan Alat Laboratorium ke Universitas Airlangga

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BIN menyerahkan bantuan alat Laboratorium ke Universitas Airlangga. Foto: Dok. BIN
zoom-in-whitePerbesar
BIN menyerahkan bantuan alat Laboratorium ke Universitas Airlangga. Foto: Dok. BIN

Badan Intelijen Negara (BIN) memberi bantuan Universitas Airlangga, sebagai salah satu universitas yang dipercaya pemerintah untuk menanggulangi wabah virus corona. Bantuan ini merupakan perintah dari Kepala BIN Jenderal Polisi (purn) Budi Gunawan kepada jajarannya untuk membantu lembaga penelitian dan Rumah Sakit dalam menanggulangi pandemi.

Sestama Bin, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo dan bersama Kabinda Jawa Timur, Brigjen TNI Mochamad Syafei Kasno menyerahkan bantuan tersebut pada Jumat (8/5) kemarin.

“Diharapkan dengan bantuan alat laboratorium dan dukungan pembiayaan penelitian tersebut dapat membantu Lembaga Penyakit Tropis UNAIR dan Pusat Penelitian & Pengembangan Stem Cell UNAIR untuk secepatnya menghasilkan obat dan vaksin COVID-19. Kami berharap pihak UNAIR dapat secara berkala menginformasikan perkembangan dari penelitian yang dikerjasamakan dengan BIN tersebut,” kata Bambang melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5).

Ilustrasi penelitian. Foto: Pixabay

Bantuan kemanusiaan yang diserahkan BIN kepada UNAIR terdiri dari, 1 Unit RT-PCR 96wheel, 1 unit Akta GO Healthcare Life Sciences, 1 unit Sequencer, 2 unit Incubator CO2, COVID-19 Reagent Set, Plasticware/ Primer dan biaya penelitian untuk penemuan kandidat obat anti COVID-19.

Bantuan ini diterima langsung oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih SE. , M.T., Ak., CMA dan didampingi jajarannya yakni, Ketua Senat Akademik UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D, Ketua Tim Peneliti UNAIR, Prof. Soetjipto, dr.,M.S., Ph.D, Ketua Peneliti Senyawa UNAIR Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih M.Si, Ketua Peneliti Farmasi, Dr. Purwati, dr., Sp.PD dan Ketua Peneliti Whole Fenomena Prof. Dr. Maria Lucia Inge Lusida, dr, M.Kes, Ph.D, Sp.MK.

Nasih juga menyampaikan rasa terima kasih-nya. Ia berharap, bantuan ini dapat meningkatkan kapasitas uji COVID-19 dari 320 sampel per hari jadi 500 sampel per hari.

"Harapan kami para peneliti segera menemukan kandidat obat baru dari kombinasi obat-obatan yang tersedia yang memiliki potensi kemanjuran untuk pengobatan pasien COVID-19. Kecepatan dan ketepatan bantuan yang diberikan oleh BIN ini, nilainya melebihi dari bantuan uang tunai karena susahnya transportasi dan logistik untuk mendapatkan alat-alat ini,” ujar Nasih.

embed from external kumparan

Sementara itu peneliti senyawa Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih menyebut sudah berhasil menganalisis beberapa sampel genome virus ini di Indonesia. Ia berharap, dngan penelitian ini kandidat obat COVID-19 bisa ditemukan.

"Saat ini UNAIR juga sudah berhasil menganalisis 6 dari 20 sampel genome virus COVID-19 Indonesia. Selanjutnya, UNAIR juga telah menemukan beberapa senyawa yang nantinya bisa diujicoba dengan Genome Virus COVID-19 yang telah ditemukan. Kami yakin, melalui penelitian lanjutan akan segera ditemukan kandidat obat untuk COVID-19 ini, mudah-mudahan dalam 2-3 minggu ke depan ada kabar baiknya”, tutup Prof. Ni Nyoman.

Tak hanya bantuan kepada Universitas, BIN juga bekerja sama dengan LBM Eijkman untuk pengembangan teknologi preventif atau vaksin, terapi plasma dan terapeutik terhadap virus Corona, khususnya COVID – 19. Selain itu, kerja sama dilakukan dengan Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk Pengembangan Riset guna Mengatasi Penyakit Infeksi dengan Potensi Pandemi dan kerjasama pengembangan teknologi terapeutik terhadap COVID-19.

*********

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

*********

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.