BIN dan Polri Ikut Telusuri Orang yang Kontak Kasus 3 dan 4 Corona

Pemerintah berhasil mengungkap dua kasus baru warga Indonesia positif corona yang disebut kasus 3 dan 4. Mereka diketahui berkat penelusuran Badan Intelijen Negara (BIN), Dinkes DKI, hingga Polri.
Namun, kemunculan kasus baru memicu kekhawatiran kasus 3 dan 4 ini sempat menginfeksi orang lain. Akhirnya, pemerintah kembali melibatkan aparat pemerintah tadi untuk menelusuri kemungkinan itu.
"(Penelusuran oleh BIN-Polri) Sudah dilakukan ya. Nanti tanya mereka," ucap juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Kantor KSP, Jakarta, Minggu (8/3).
Kasus 3 dan 4 itu diketahui positif corona setelah penelusuran 80 orang yang pernah kontak dengan kasus 1 dan 2. Yuri semula menyebut kontak terjadi di acara yang digelar pada 14 Februari.
Namun, rupanya 80 orang itu termasuk interaksi saat kasus 1 dan 2 dirawat di RS Mitra Keluarga Depok pada 27-29 Februari. Di dalamnya ada 4 tetangga yang jenguk kasus 1 dan 2, dan puluhan perawat.
Kasus 3 dan 4 ini bisa disebut sebagai subklaster jika menginfeksi orang lain. "Artinya kita masih akan terus melakukan tracing. Kemudian kita juga mulai melakukan stretching pada subklaster dari kasus nomor 3 dan nomor 4," terang Yuri.
Dari penelusuran sementara, diketahui ada 1 orang yang suspect alias sedang diisolasi karena kontak dengan salah satu dari 4 kasus pertama. Suspect belum tentu positif corona karena menunggu hasil laboratorium.
"Salah satu kasus suspect dari klaster ini sedang dirawat di Bandung," tuturnya.
Yuri menyebut pemerintah perlu mengeluarkan usaha besar untuk penelusuran ini agar memastikan corona tidak melebar menjadi kasus-kasus baru akibat terlambat mendeteksi penyebarannya.
"Keberhasilan pencegahan penyakit ini bagaimana memutuskan rantai penularan dengan cara melakukan isolasi terhadap kasus yang positif," tegasnya.
