BIN Gelar Rapid Test di Kantor BPN Bogor, 15 Orang Reaktif

BIN menggelar rapid test massal di kantor BPN Kabupaten Bogor bersama, Kamis (16/7). Dalam kegiatan itu, selain diikuti oleh pegawai BPN dari Bogor dan Depok, juga diikuti masyarakat.
"Hari ini target 900 (orang). Nanti kami serahkan ke Gugus Tugas pusat yang membreakdown ke daerah," kata Kepala Tim Wilayah Gugus Tugas COVID-19 BIN, Soni Arifianto.
Soni menuturkan, kantor BPN menjadi target selanjutnya dari rapid test setelah sebelumnya pasar. Sebab, BPN merupakan salah satu lokasi pelayanan yang banyak dikunjungi masyarakat.
"Kenapa di sini? Karena salah satu penyelenggara fungsi pelayanan masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang lalu lalang berkaitan dengan dokumen pertanahan. Bila mana ada yang reaktif nanti kami akan lakukan langsung swab. Harapan kami hasil swab itu tidak positif," ucap Soni.
Berdasarkan hasil rapid test, dari 860 orang pegawai dan warga umum, 15 orang dinyatakan reaktif. "Hasilnya total keseluruhan ditemukan 15 orang reaktif," ucap Soni.
Kepala BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto, menegaskan komitmennya dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona. Sejauh ini, BPN belum pernah melakukan rapid tes secara lembaga, sehingga pegawai hanya melakukan secara mandiri.
“Kalau dari kita sekitar 250 orang yang di rapid tes, BPN Kota Bogor 100 orang, BPN Depok 200 orang dan satu lagi dari organisasi PPAT sekitar 150 an orang, total kurang lebih 860 orang. Ini untuk target person yang rapid ini sekitar 860, namun bisa lebih," katanya.
BIN Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan
BIN menyoroti banyaknya warga yang reaktif dalam rapid test kali ini. Maka dari itu, BIN mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
"Ini (rapid test) tidak ada artinya apabila masyarakat tidak disiplin. Jadi kunci utama dari kegiatan ini adalah kedisiplinan masyarakat. Masyarakat wajib untuk mengikuti aturan dari Pemerintah untuk jaga jarak, cuci tangan, menghindari kerumunan," kata Soni.
"Apabila kita memang harus berada di tempat kerumunan ya kembalinya kita harus segera mandi. Itu kunci utamanya. Ke depan kita akan menghadapi tatanan hidup baru," jelasnya.
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, justru mengungkapkan trend kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bogor cenderung menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Renaldi juga menyampaikan terima kasih kepada BIN atas rapid test yang di gelar di kantor BPN Kabupaten Bogor. Sebab jika lembaga layanan publik bebas dari COVID-19, maka masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengurus kebutuhannya.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih buat jajaran medical intelligence yang hari ini melaksanakan pemeriksaan rapid test dan PCR test. Mudah-mudahan ini membantu kami pemerintah daerah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19," ucap dia.
