BIN Swab Test di Kantor KPU, 21 Orang Pegawai Positif Corona

KPU RI bersama Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar swab tes massal bagi seluruh pegawai pada Selasa (4/8). Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, dari swab tes itu sebanyak 21 pegawai dinyatakan positif.
Swab tes yang difasilitasi oleh BIN itu dilaksanakan selama tiga hari.
"Hasil yang pertama tanggal 3 itu (ada) 3 pegawai. Hasil hari kedua tanggal 4 itu (ada) 12 pegawai. Hasil hari ini itu ada 6 pegawai. Jadi totally 21 (orang)," kata Arief dalam diskusi bertajuk 'Potensi Hilangnya Suara Rakyat Akibat Pagebluk', Kamis (6/8).
Arief menjelaskan, kasus virus corona pertama di KPU terjadi pada seorang tenaga ahli yang diduga tertular dari sang istri, yang lebih dulu terpapar virus corona.
"Tanggal 20 Juli ada itu ada tenaga ahli kita karena istrinya positif COVID-19, maka yang bersangkutan tidak ngantor. karena istrinya positif maka dia diminta juga ikut tes," jelas Arief.
"3 atau 4 hari kemudian dia sudah enggak ngantor, hasil swabnya keluar, dia dinyatakan positif. Karena dia dinyatakan positif, maka saya langsung minta gedung kantor disterilisasi," tambahnya.
Arief menuturkan, bagi pegawai KPU RI yang dinyatakan positif, mereka telah diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan setelah itu mereka akan kembali melakukan tes.
Selain itu, kantor KPU RI disterilisasi dan seluruh pegawai menerapkan work from home atau kerja di rumah sementara waktu.
"Terhadap semuanya meskipun dia noninfeksius, kita minta melakukan isolasi mandiri untuk 14 hari ke depan kemudian akan dilanjutkan dengan tes berikutnya. Apakah sudah dinyatakan negatif atau masih harus melakukan perawatan," ucap Arief.
"Hari ini setelah tes yang ketiga ini kami melakukan disinfeksi. Seluruh pegawai hari ini melakukan WFH. termasuk salah satu yang saya lakukan ini," imbuh dia.
Lebih lanjut, selama pandemi COVID-19, KPU secara berkala telah melakukan disinfeksi di seluruh area perkantoran untuk mengantisipasi penularan virus corona.
"Jadi hari ini seluruh area kantor, seluruh bagian lantai 1 sampai 4 dilakukan disinfeksi. Jadi ini sudah yang kesekian kali sebetulnya, baik ada kejadian maupun tidak ada kejadian kami melakukan secara periodik disinfeksi kantor," tandas Arief.
