Bina Marga Klaim Telah Tertibkan Kabel Semrawut: 2024 Rapikan 209 Km Kabel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan kabel semrawut dan menjuntai di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan kabel semrawut dan menjuntai di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (30/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Penataan kabel utilitas di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah. Di beberapa lokasi masih ditemukan adanya kabel fiber optic yang menjuntai dan mencuat dari tanah.

Terkait hal ini, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Wiwik Wahyuni, mengatakan penataan terus dilakukan oleh dinasnya. Ia mengeklaim sepanjang 2024, kabel utilitas sepanjang 209 kilometer telah berhasil dirapikan.

“Dinas Bina Marga terus melakukan penataan kabel udara untuk mewujudkan kota yang lebih rapi dan aman. Hingga akhir 2024, sepanjang 209 km kabel udara telah dibersihkan dari wilayah Jakarta,” ujar Wiwik saat dihubungi kumparan, Rabu (30/7).

Wiwik menjelaskan, pemindahan kabel udara ke bawah tanah dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2025, yaitu jika terdampak pembangunan oleh pemerintah pusat atau daerah. Selain itu juga bagian dari program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) yang dilaksanakan oleh PT Jakarta Propertindo.

“Fokus pelaksanaan SJUT saat ini berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena tingginya kepadatan jalur kabel udara di wilayah tersebut. Meski demikian, seluruh wilayah kota di Jakarta tetap menjadi prioritas dengan target dan pendekatan yang disesuaikan,” kata Wiwik.

Penataan akan tetap dilakukan pada tahun ini. Wiwik mengungkapkan dinasnya menargetkan dapat merapikan 90 kilometer kabel utilitas.

“Pada tahun 2025, Dinas Bina Marga menargetkan pemindahan kabel udara sepanjang 90 km melalui proyek-proyek pembangunan dan program penataan utilitas terpadu,” ujarnya.

Kabel Semrawut di Jakarta

Sebelumnya, pantauan kumparan pada Rabu (30/7) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, masih terdapat kabel yang semrawut. Ada yang menjuntai, juga ada yang mencuat dari tanah. Banyak pengguna jalan yang khawatir dengan kondisi tersebut.

Salah satunya Raminne (22). Pejalan kaki yang bekerja di kawasan Tendean itu mengaku khawatir bisa tersetrum jika tidak sengaja menyentuh kabel yang berantakan.

“Aku kalau ada kabel yang kelihatan putus dan dalamnya itu keluar gitu, takut berbahaya. Kita enggak tahu saluran listrik di dalamnya bisa bikin nyetrum atau enggak gitu kan. Jadi kadang kalau lihat kabel berantakan, khawatirnya karena itu,” ungkapnya.

Pramono Pastikan Penertiban

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya terus melakukan penertiban. Namun prosesnya membutuhkan waktu.

“Jadi SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) untuk memasukkan kabel ke dalam, ini kan bukan program yang bim salabim. Karena biayanya juga cukup mahal,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/7).