Bioskop Rakyat di Jakarta Akan Prioritaskan Film Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dirut Keana Films Marcella Zalianty di acara Ground breaking Bioskop Rakyat dan Pasar Teluk Gong Tahap II Perumda Pasar Jaya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Keana Films Marcella Zalianty di acara Ground breaking Bioskop Rakyat dan Pasar Teluk Gong Tahap II Perumda Pasar Jaya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Keinginan masyarakat Jakarta untuk memiliki bioskop murah akan segera terwujud. Bioskop rakyat yang berlokasi di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, itu diharapkan sudah bisa beroperasi Januari 2019 mendatang.

Direktur PT Keana yang juga aktris Marcella Zalianty mengatakan, bioskop rakyat akan memprioritaskan pemutaran film-film Indonesia.

"Kalau film kita akan mengutamakan film Indonesia. Kalau toh ada film luar itu lebih pada untuk edukasi. Misalnya kita perlu belajar, perbandingan, film Iran dan sebagainya," kata Marcella usai acara groundbreaking bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara, Jumat (23/11).

Sekda DKI Jakarta Saefullah dan Dirut PT Keana Marcella Zalianty melakukan ground breaking bioskop rakyat 'Indiskop' di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sekda DKI Jakarta Saefullah dan Dirut PT Keana Marcella Zalianty melakukan ground breaking bioskop rakyat 'Indiskop' di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)

Marcella menambahkan, film-film Indonesia yang baru rilis juga ikut diputar di bioskop yang diberi nama 'Indiskop' itu. Namun, diputar setelah turun tayang di bioskop-bioskop arus utama.

"Filmnya itu artinya setelah dari mainstream bioskop itu bisa langsung di sini. Kita tidak menutup kemungkinan film dokumenter yang bagus yang menang di banyak festival yang tidak sempat kita tonton," tutur aktris terbaik FFI 2005 itu.

Menurutnya, keberadaan bioskop rakyat bukan untuk bersaing dengan jaringan bioskop arus utama, melainkan melengkapi Infrastruktur perfilman di Indonesia.

Dirut Keana Films Marcella Zalianty di acara Ground breaking Bioskop Rakyat dan Pasar Teluk Gong Tahap II Perumda Pasar Jaya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Dirut Keana Films Marcella Zalianty di acara Ground breaking Bioskop Rakyat dan Pasar Teluk Gong Tahap II Perumda Pasar Jaya. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

"Karena di sini kita tidak bersaing dengan infrastruktur bioskop yang sudah ada tapi kita melengkapi infrastruktur bioskop yang belum ada di daerah-daerah tingkat kedua," jelas Marcella.

Namun ia tidak menutup kemungkinan bila ke depannya bioskop rakyat bisa tayang serentak dengan bioskop-bioskop besar lainnya.

"Kalau suatu saat layarnya sudah jadi banyak mungkin bisa suatu saat (film) tayang serentak," tambahnya.

Marcella menuturkan, bioskop rakyat tidak hanya berfungsi untuk menonton saja tapi juga untuk menggelar pelatihan industri kreatif.

Tampilan bioskop rakyat 'Indiskop' di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan bioskop rakyat 'Indiskop' di Pasar Teluk Gong, Jakarta Utara. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)

Nantinya di bioskop yang diberi nama 'Indiskop' itu akan dibuat program pelatihan dan workshop tentang film dan ekonomi kreatif.

"Bioskop ini tidak hanya difungsikan untuk menonton saja, menonton itu mungkin jam 12 (siang) ke atas, paginya itu workshop-workshop, pembinaan, bisa juga ada program yang bisa disinergikan dengan Bekraf, program ekonomi kreatif, dan lain sebagainya," pungkas Marcella.

Bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong merupakan bentuk kerja sama antara PD Pasar Jaya dan PT Keana. Terdapat dua studio di bioskop tersebut dengan masing-masing kapasitas 112 penonton. Harga tiket yang dipatok berkisar Rp 15.000 - Rp 20.000.