BJ Habibie: Pengembangan Teknologi Solusi Masalah Bangsa di Masa Depan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Preskon festival Bekraf Habibie 2017  (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Preskon festival Bekraf Habibie 2017 (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Mantan Presiden ketiga, BJ Habibie, menghadiri konferensi pers acara Habibi Festival 2017 yang akan digelar pada 7 hingga 13 Agustus, yang diikuti lebih dari 100 perusahaan dan komunitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam sambutannya, Habibie mengatakan pagelaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perkembangan teknologi di Indonesia, yang dapat memajukan perkembangan sarana dan prasarana di masa depan.

"Saya bersyukur kalian buat festival ini karena dengan hadirnya festival ini saya berharap dapat semakin meningkatkan kecintaan kita pada Tuhan, cinta pada sesama manusia," ujar Habibie di Wisma Habibie Ainun, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

"Cinta pada teknologi, lingkungan, pekerjaan yang dapat menghasilkan teknologi, yang nantinya dapat menyelesaikan masalah yang dibuat oleh manusia, dan hanya manusia yang harus berani menyelesaikan masalah yang mereka buat sendiri," imbuhnya.

Bacharuddin Jusuf Habibie. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)
zoom-in-whitePerbesar
Bacharuddin Jusuf Habibie. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Melalui festival yang mengusung tema "Technology and Innovation for People" itu, Habibie ingin menegaskan pada pemerintah soal peran penting optimalisasi pengembangan teknologi, dalam meningkatkan nilai sebuah negara di mata dunia.

"Jadi kalau negara menguasai teknologi, tentu akan menjadi nilai plus tersendiri," ujar Habibie.

Menurut Habibie upaya pengembangan teknologi dalam negeri, harus dimulai dengan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia (SDM). Kehebatan kualitas SDM suatu negara, kata dia, akan berbanding lurus terhadap perkembangan teknologinya.

"Jadi sebenarnya peningkatan harga itu didasari teknologi yang mampu dikembangkan oleh manusia, kemampuan manusia dalam merekayasa, mendesain, nah kalau manusia tidak punya nilai itu, jelas enggak maju, enggak laku," jelasnya.

"Kuncinya adalah meningkatkan SDM dan kualitas teknologi, yaitu saya namakan SDM terbaharukan. Kalau saya melakukan pengembangan di situ, harusnya kualitasnya dan kemampuannya lebih tinggi dari SDM sebelumnya," imbuh Habibie.

Habibie mencontohkan negara timur tengah, sebagai kawasan yang membanggakan sumber daya alam dan cadangan minyaknya dalam memajukan negaranya.

Menurutnya hal tersebut tak akan berlangsung lama, dan akan kalah oleh negara yang dalam perkembangannya mengandalkan teknologi dan SDM dari segi kuantitas maupun kualitas.

"Coba liat timur tengah yang bangga sama resources-nya, mereka yakin 30 tahun ke depan masih aman cadangan minyak, tapi nyatanya apa? Ada naik turun harga minyak. Karena itu ya pentingnya nilai teknologi dan pembenahan nilai SDM itu penting bagi negara," jelas Habibie.

Habibie berharap pengembangan teknologi tak hanya sekedar menjadi wacana. Habibie meminta pemerintah melakukan upaya nyata, untuk mendorong pengembangan tersebut.

"Jangan hanya bermimpi, kalau mimpi anda bangun tidak memiliki apa-apa, karena itu anda harus memiliki wawasan sehingga meskipun anda bermimpi, anda masih akan merasa tidak puas dan tetap berkeinginan untuk mewujudkan mimpi itu, karena anda memiliki dasar untuk itu," jelasnya.

Preskon festival Bekraf Habibie 2017  (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Preskon festival Bekraf Habibie 2017 (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Sementara itu, pendiri sekaligus Ketua Gerakan Berkarya Indonesia dan Habibie Festival, Ilham Akbar Habibie, mengatakan festival yang pertama kali digelar tahun lalu ini, merupakan contoh nyata kontribusi Habibie dalam kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Kami berharap dengan diselenggarakannya festival ini, akan menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras BJ Habibie dalam membangun dan mengembangkan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia," ujar Ilham di lokasi yang sama.

Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), memberikan dukungannya dalam pelaksanaan festival tersebut. Di lokasi yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf, mengatakan dukungan tersebut merupakan langkah strategis yang diambil pemerintah, dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

"Visi yang sangat baik dari Pak Habibie dalam mendukung penguasaan dan pemahaman teknologi secara nasional, dapat menjadi modal utama untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Tujuan mulia seperti itu jelas perlu kita dukung," jelas Triawan.