BJ Habibie: Saya 82 Tahun, tapi Otak Seperti 28 Tahun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BJ Habibie di kediamannya di Kuningan (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
BJ Habibie di kediamannya di Kuningan (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Presiden ketiga RI BJ Habibie menghadiri hari puncak peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 di Pekanbaru, Riau. Dalam kesempatan itu, Habibie mengingatkan bangsa untuk terus bersatu.

"Kita kenal Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan. Tidak cukup satu bahasa, satu tulisan, tapi harus memiliki keyakinan dan kehendak satu bangsa," kata ujar Habibie di Komplek Gubernuran, Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8).

Menurut Habibie, dengan persatuan akan melahirkan sumber daya manusia yang bebas dan merdeka dan dapat memberdayakan diri.

"Bahwasanya kita mengembangkan sumber daya manusia. Hanya orang bebas dan merdeka yang bisa memberdayakan dirinya. Dia bisa meningkatkan probduktivitasnya, daya saingnya," ujar Habibie.

Sebelum adanya kebangkitan nasional, Indonesia telah bekerja keras untuk mengembangkan iptek untuk kemajuan bangsa. Hasilnya, Indonesia memiliki pesawat canggih hasil tangan anak bangsa.

"50 Tahun kita bekerja keras mengembangkan prasana ekonomi, iptek, sehingga mampu memperingati 50 tahun putra putri Indonesia produk yang paling canggih, Airbus, N250, jadi kita kenang. Salah satu sebab akibat dari kebangkitan teknologi saya sampaikan kepada detik-detik ini," kata dia.

Bapak teknologi Indonesia itu bersyukur masih diberi kesempatan untuk menyaksikan perkembangan teknologi masa depan. Ia yakin bangsa Indonesia akan memiliki hasil inovasi teknologi hasil karya anak bangsa.

"Saya bersyukur bisa ada di sini menyaksikan (perkembangan teknologi) itu semua, anak anak muda itu cucu bagi saya. Saya 82 tahun tapi untung otaknya masih sangat seperti 28 tahun," kata Habibie.

"We are on the right track, saya yakin Anda akan mengembangkan ilmu pengetahuan. Jadi saudara, selamat berjuang," pesan Habibie.