Bjorka Berulah, Indonesia Jangan Sampai Jadi Bulan-bulanan Hacker
·waktu baca 2 menit

Hacker Bjorka membuat geger. Ada data pemerintah hingga pejabat yang dia bocorkan dan menuai sorotan.
Anggota komisi I DPR Fraksi Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengatakan saat ini Indonesia tengah berada di ambang krisis keamanan siber.
Ia menuturkan seharusnya seluruh lembaga keamanan negara harus bergerak bersama dengan koordinasi yang kuat dari para pemimpinnya.
"Kami tidak mau Indonesia menjadi bulan-bulanan hacker karena akan mencoreng nama baik negara, khususnya pada masa digitalisasi dan menjelang puncak G20 nanti," kata Rizki, Senin (12/9).
Ia menuturkan RUU PDP yang akan segera disahkan tentunya menjadi salah satu upaya DPR RI bersama pemerintah untuk menghadirkan dasar hukum yang solid dalam rangka memberantas kejahatan data pribadi.
"Namun UU PDP nantinya bukan menjadi penyelesaian tunggal dari permasalahan ini, perlu ada beberapa peraturan turunan dan eksekusi kebijakan yang tepat dari pemerintah agar objektif keamanan data di Indonesia dapat terwujud," ucapnya.
Karena itu, kata dia, komisi I ingin mengundang seluruh mitra komisi yang berkaitan dengan keamanan negara, mulai dari BSSN, Lemhannas, Wantannas, bahkan kalau perlu Kemhan untuk turun tangan mengatasi masalah serius ini.
Dia ingin seluruh lembaga negara terkait menunjukkan kemampuannya untuk melindungi negara dari ancaman hacker.
"Sudah saatnya para lembaga keamanan negara tersebut menujukkan tajinya melindungi negara ini dari ancaman keamanan di dunia siber. Kedaulatan negara sekarang sedang diuji. BSSN, Lemhannas, Wantannas, dan Kemhan jangan diam saja karena masalah ini sudah berlarut-larut dan belum tampak langkah penyelesaiannya dari pemerintah," tandas dia.
