BLDF Kolaborasi Bareng Pemkab Kudus, Tanam 11.603 Bibit Pohon

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus Endhah Endhayani bersama Deputy Program Director BLDF Fransisca Berty Andriani menerima bibit tanaman di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus Endhah Endhayani bersama Deputy Program Director BLDF Fransisca Berty Andriani menerima bibit tanaman di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah berkolaborasi melakukan penanaman bibit pohon. Sebanyak 11.603 bibit pohon ditanam bersamaan dengan kegiatan Ultra Trail Mount Moeria (UTMM).

Acara UTMM beserta kegiatan penanaman pohon digelar di kawasan lereng Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pihak BLDF juga menyediakan tempat berupa stan Kudus Asik serta tong sampah organik, anorganik, dan residu sebagai sosialisasi pilah sampah untuk masyarakat dan peserta UTMM.

Tak hanya itu, BLDF juga menyediakan stan Kudus Asik. Stan ini melayani penerimaan sampah organik dan anorganik untuk ditukar dengan tumblr, totebag, lunch box, dan stiker.

Pemilihan pegunungan Muria untuk lokasi penanaman sekaligus agenda UTMM lantaran adanya potensi alam yang bagus. Bahkan kawasan Pegunungan Muria ini menjadi sport tourism serta wilayah konservasi di Jawa Tengah.

Peserta memasukkan sampah anorganik, organik dan residu ke masing-masing tong sampah yang sudah disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Ajang lari yang telah digelar sejak 2019 ini tidak hanya menawarkan pengalaman olah raga yang menantang. Tetapi juga mengusung misi pelestarian lingkungan. Melalui program seperti Stride for Sustainability, para penggiat lari dilibatkan langsung untuk menjaga kelestarian ekosistem. Yakni dengan hak mengadopsi dan menanam bibit pohon di lereng Pegunungan Muria guna menjaga fungsi hutan sebagai jantung sumber kehidupan masyarakat.

Sebanyak 570 peserta dari berbagai daerah mengikuti ajang Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) 2026 di Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Ajang lari lintas alam ini menghadirkan empat kategori, yakni 7K, 15K, 30K, dan 50K.

BLDF bersama Pemkab Kudus mendukung pelestarian kawasan Pegunungan Muria melalui berbagai program penghijauan dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui program gerakan Kudus Apik Resik (Kudus ASIK), BLDF mengintegrasikan upaya konservasi lingkungan dengan partisipasi masyarakat untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Hadir pada acara tersebut adalah Deputy Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Fransisca Berty Andriani, Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra, Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Prasetyo, dan Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus, Endhah Endhayani.

Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Dandy Mahendra menyampaikan, pihaknya akan terus mendukung berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Kudus. Salah satunya, Ultra Trail Mount Moeria (UTMM) sebagai bagian mendukung sport tourism.

"Kami mengkonversi setiap kilometer yang ditempuh oleh teman-teman peserta UTMM. Mereka kan ada yang ikut kategori 7 kilometer, 15 kilometer sampai 50 kilometer. Setiap kilometernya kami bantu konversi menjadi penanaman bibit pohon. Bibit pohonnya akan kami kembalikan untuk ditanam di Muria," katanya, Minggu (4/10).

Dandy menilai keberadaan macan tutul dan elang jawa di Pegunungan Muria masih ada. Sehingga ekosistem perlu dijaga dengan menanam tanaman. Bibit tanaman sejumlah 11.603 itu didapatkan dari Djarum Oasis Kretek Factory di Kabupaten Kudus.

"Jadi secara ekologis ini juga mendukung ekologinya. Kabarnya event UTMM ini kan akan terus ada setiap tahunnya. Maka kawasannya harus lestari. Kalau misalnya hutannya rusak, larinya kan juga enggak asik. Jadi kami ikut mendukung seratus persen ajang sport tourism UTMM ini," imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Program Manager Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Redi Prasetyo mengutarakan, penanaman pohon di kawasan Pegunungan Muria dan Pegunungan Patiayam sudah dimulai sejak tahun 2020 sampai saat ini. Tercatat, dalam kurun waktu 2020 sampai 2025 saja, sudah ada 363.912 bibit pohon yang ditanam.

"Kami masih terus lakukan, karena target kami sampai tahun 2031 bisa menanam 1.200.000 sekian pohon di Pegunungan Muria," kata Redi.

Beragam bibit pohon ditanam. Tentunya dengan memperhatikan tanaman sesuai dengan fungsi konservasi dan fungsi ekonomi.

"Jadi yang banyak kami tanam di Pegunungan Muria saat ini adalah bibit durian, alpukat, mangga, dan kopi. Tentu untuk mendukung biodiversity yang ada di Pegunungan Muria, kami juga menanam tanaman jenis ficus," imbuhnya.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kudus, Endhah Endhayani mengatakan, pihak Pemkab Kudus bersama BLDF telah bekerja sama untuk menangani sampah. Bahkan, kolaborasi itu tidak hanya dilakukan saat ada event saja.

"Kami bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi dari setiap acara yang digelar," kata Endhah.

Tak hanya itu, kegiatan pilah sampah juga terus digaungkan kepada masyarakat. Mereka diajak untuk memilah sampah anorganik, organik dan residu.

"Pihak PKK Kabupaten Kudus juga mengajak dan mengedukasi pilah sampah sejak dari rumah. Jadi sejak di tingkat keluarga sudah dilakukan pengelolaan sampah," imbuhnya.

Peserta mendapatkan merchandise usai menukar sampah anorganik, organik dan residu ke di stan Kudus Asik yang disediakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) di kawasan Taman Ria Colo, Desa Colo, Dawe, Kabupaten Kudus, Minggu (4/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Diketahui, BLDF memulai inisiasi penghijauan sejak tahun 1979 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Hingga kini, BLDF telah menanam lebih dari 2,4 juta pohon di berbagai wilayah di Indonesia. Terdiri dari penanaman pohon trembesi di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, Pulau Lombok, jalur Trans Jawa serta Trans Sumatera.

Dalam menjalankan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, BLDF berfokus pada lima pilar utama, yakni Terrestrial Planting, Marine and Coastal Reforestation, Biodiversity Conservation, Waste Management dan Youth Empowerment.

Selain kelima pilar tersebut, BLDF turut mendukung pelestarian warisan sejarah bangsa melalui program penghijauan serta revitalisasi di berbagai situs bersejarah. Seluruh inisiatif BLDF dijalankan dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, komunitas, masyarakat, sektor swasta dan media untuk menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan.