BLDF Sulap Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng di Kudus Lebih Inklusif
·waktu baca 5 menit

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) telah melakukan revitalisasi Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng di Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Ada berbagai perbaikan yang telah dilakukan oleh BLDF sehingga membuat Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng lebih Inklusif.
Prosesi serah terima dilakukan pada Senin (20/4) di kawasan Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng.
Acara dihadiri Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, Kepala Dinas Pehubungan Kabupaten Kudus Mundir dan Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PKPLH Rima Mulyani.
Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan, proses revitalisasi tahap 1 berlangsung pada Oktober 2025 sampai tahun ini.
Revitalisasi ini mencakup penataan tanaman hias, perbaikan rumah edukasi, menambah pergola, perbaikan rambu-rambu lalu lintas, perbaikan toilet umum untuk anak-anak dan dewasa serta penambahan mobil aki sebanyak 6 unit dan motor aki sebanyak 6 unit untuk berkeliling sembari belajar berlalu lintas.
Rumah edukasi nantinya akan digunakan sebagai ruang serbaguna dan ruang transit ketika murid sedang berkunjung. Ke depan, rumah edukasi ini akan diberi fasilitas berupa TV LED Polytron untuk sarana sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas.
"Pada tahun 2017 semua pihak sepakat kalau Hutan Kota Rendeng ini juga menjadi Taman Lalu Lintas. Kemudian revitalisasi tahap pertama dilakukan sejak Oktober 2025 sampai tahun ini," kata dia, Senin (20/4).
Revitalisasi Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng ini menurut Mutiara, sebagai bagian untuk menghadirkan ruang terbuka hijau (RTH). Pada 2017 silam, pihaknya melihat antusias kunjungan di Taman Lalu Lintas begitu besar, sayangnya ada berbagai spot yang perlu diremajakan.
Mutiara menambahkan, semua pihak berkolaborasi untuk mewujudkan Taman Lalu Lintas menjadi lebih inklusif. Pengerjaan revitalisasi dilakukan untuk mendukung program “Kudus Asik”.
“Salah satunya dengan mewujudkan hutan kota ini memiliki dua manfaat. Pertama sebagai edukasi lingkungan, kedua sebagai kawasan edukasi," terangnya.
Lebih lanjut, Mutiara memastikan BLDF berkomitmen untuk terus melakukan penghijauan. Hal itu sudah dilakukan sejak 1979, sebanyak 2 juta pohon sudah ditanam oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
"Sudah lebih dari dua juta pohon ditanam melalui program BLDF. Ada program konservasi mangrove, pelestarian di kawasan pegunungan muria, penanaman di situs bersejarah, dan lainnya," ujarnya.
Tak berhenti di situ, revitalisasi tahap kedua rencana akan dilakukan pada akhir 2026. Revitalisasi itu mencakup penyediaan sarana multimedia berupa TV LED Polytron, pembangunan landmark tambahan, dan penambahan modul pembelajaran.
"Semoga semakin banyak siswa sekolah yang berkunjung di sini. Kami berharap kolaborasi ini terus terjalin," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Samani Intakoris berterima kasih atas peran serta dari BLDF yang telah merevitalisasi Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng. Menurutnya, peran tersebut sangat membantu Pemkab Kudus.
"Di tengah adanya efisiensi, Djarum Foundation selalu membantu Pemkab Kudus. Suatu kehormatan dan anugerah yang tidak ternilai. Terima kasih Djarum beserta Polres, Dishub dan Dinas PKPLH," terangnya di kesempatan yang sama.
Taman Lalu Lintas sebagai Ruang Edukasi Keselamatan
Sam'ani menyampaikan keberadaan Taman Lalu Lintas begitu penting. Terlebih pada data yang dimilikinya, jumlah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Kudus tercatat ada 1.127 kecelakaan dengan 118 di antaran meninggal.
"Data kecelakaan di Kudus sepanjang 2025 ada 1.127 kecelakaan. Jumlah meninggal 118. Paling sering kecelakaan terjadi di jalan pantura. Maka keberadaan Taman Lalu Lintas ini penting untuk memberikan edukasi kepada adik-adik untuk tertib berlalu lintas," sambungnya.
Ia menambahkan, pelajar di Kabupaten Kudus, utamanya murid SMA, masih membutuhkan edukasi dan sosialisasi terkait keamanan berlalu lintas. Antisipasi sejak dini menurutnya dibutuhkan untuk mengurangi kecelakaan.
"Kemudian ke depannya perlu peran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk mengurangi nyamuk yang ada di Taman Lalu Lintas ini. Sehingga anak-anak dapat berkunjung dengan nyaman," terangnya.
Ia meminta semua pihak berkolaborasi untuk mewujudkan zero accident di Kabupaten Kudus. Tak lupa, Sam'ani berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng lebih inklusif.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan Taman Lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng menjadi lebih inklusif," imbuhnya.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya berterima kasih atas upaya yang dilakukan Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Pihaknya mengaku siap untuk berkolaborasi.
"Kami Polres Kudus sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Pemkab Kudus, PKPLH, dan Dishub terkait memberikan edukasi berlalu lintas, khususnya bagi pelajar," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Mundir mengatakan, spot favorit di Taman Lalu Lintas ada di area rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, anak-anak yang berkunjung menyukai area traffic light.
"Spot yang paling ramai dikunjungi di area traffic light yang ada warna merah, kuning, hijau," ujarnya.
Senada, Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PKPLH Rima Mulyani mengatakan, luasan Taman Lalu Lintas mencapai 5.335 meter persegi. Di situ terdapat berbagai tanaman meliputi 16 jenis pohon dengan jumlah 140 pohon.
Pohon tersebut meliputi pohon trembesi, asam jawa, mimba, flamboyan, sengon, sawo kecik, baobab, kemiri, angsana atau sonokembang. Kemudian ada pohon tanjung, kesambi, beringin, glodogan pecut, ketapang, pohon ake, dan dadap merah.
"Di Taman Lalu Lintas ini sebagai tempat edukasi soal lingkungan dan edukasi terkait lalu lintas. Di sini juga terdapat banyak tanaman yang bisa dikenal," ujarnya.
Ia menambahkan, jam operasional di Taman Hutan Lalu Lintas dibuka setiap hari dimulai pukul 07.00 WIB sampai 15.15 WIB. Pengunjung dipersilakan datang untuk belajar tentang lalu lintas tanpa dipungut biaya.
Upaya revitalisasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Taman lalu Lintas dan Hutan Kota Rendeng sebagai ruang publik yang tidak hanya nyaman dan tertata, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi.
Dengan penataan lanskap yang lebih baik serta peningkatan fasilitas pendukung, kawasan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak.
