BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa 7,7 M di NTT

Peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa 7,7 magnitudo di Nagekeo, NTT, resmi berakhir. BMKG mengumumkan mencabut peringatan dini itu pada pukul 07.31 WIB.
"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7.7, 15 Agustus 2026, 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir," demikian keterangan BMKG di situsnya.
Tsunami terdeteksi terjadi di sejumlah wilayah. Paling tinggi terjadi di Mourole, Ende dengan ketinggian 0,94 meter atau 94 sentimeter.
Berikut daftar wilayah yang terdeteksi tsunami berdasarkan pengamatan tinggi muka air laut per pukul 07.05 WIB:
Bakalang, Alor, pukul 05:41 WIB, ketinggian 0,14 meter
Baubau, pukul 05:47 WIB, ketinggian 0,30 meter,
Bulukumba, pukul 05:58 WIB, ketinggian 0,54 meter
Dompu, pukul 05:29 WIB, ketinggian 0,17 meter
Flores Timur, pukul 05:24 WIB, ketinggian 0,25 meter
Kolaka, pukul 06:27 WIB, ketinggian 0,23 meter
Labuan Bajo, pukul 05:26 WIB, ketinggian 0,36 meter
Maurole, Ende, pukul 05:27 WIB 0,94 meter
Pelabuhan Kewapante, Sikka, pukul 05:16 WIB, ketinggian 0,38 meter
Sikka, pukul 05:03 WIB, ketinggian 0,19 meter
Sebelumnya gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8.41 LS, 121.39 BT atau 30 kilometer Timur Laut Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa memicu peringatan dini tsunami di NTB, NTT, Sulsel dan Sultra.
