BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa 7,7 M di NTT

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tsunami. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tsunami. Foto: Shutter Stock

Peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa 7,7 magnitudo di Nagekeo, NTT, resmi berakhir. BMKG mengumumkan mencabut peringatan dini itu pada pukul 07.31 WIB.

"Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa Magnitudo 7.7, 15 Agustus 2026, 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir," demikian keterangan BMKG di situsnya.

Tsunami terdeteksi terjadi di sejumlah wilayah. Paling tinggi terjadi di Mourole, Ende dengan ketinggian 0,94 meter atau 94 sentimeter.

X post embed

Berikut daftar wilayah yang terdeteksi tsunami berdasarkan pengamatan tinggi muka air laut per pukul 07.05 WIB:

  • Bakalang, Alor, pukul 05:41 WIB, ketinggian 0,14 meter

  • Baubau, pukul 05:47 WIB, ketinggian 0,30 meter,

  • Bulukumba, pukul 05:58 WIB, ketinggian 0,54 meter

  • Dompu, pukul 05:29 WIB, ketinggian 0,17 meter

  • Flores Timur, pukul 05:24 WIB, ketinggian 0,25 meter

  • Kolaka, pukul 06:27 WIB, ketinggian 0,23 meter

  • Labuan Bajo, pukul 05:26 WIB, ketinggian 0,36 meter

  • Maurole, Ende, pukul 05:27 WIB 0,94 meter

  • Pelabuhan Kewapante, Sikka, pukul 05:16 WIB, ketinggian 0,38 meter

  • Sikka, pukul 05:03 WIB, ketinggian 0,19 meter

Sebelumnya gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8.41 LS, 121.39 BT atau 30 kilometer Timur Laut Nagekeo, NTT dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa memicu peringatan dini tsunami di NTB, NTT, Sulsel dan Sultra.