BMKG Catat Ada 32 Gempa Susulan di Pandeglang Usai 5,4 Magnitudo Siang Tadi
·waktu baca 2 menit

BMKG mencatat sejumlah gempa susulan terjadi usai gempa 5,2 magnitudo (sebelumnya disebut 5,5 magnitudo) yang mengguncang Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (10/5) siang. Pusat gempa berada di Selat Sunda.
"Update 10 Mei 2023 pukul 18.13 WIB jumlah 32 kali gempa bumi susulan. Magnitudo maksimal 5,1 dan magnitudo minimal 2,3," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Rabu (10/5).
Gempa susulan dengan magnitudo tertinggi terjadi pada pukul 17.48 WIB. Gempa ini terasa di Bandar Lampung, Tanggamus dan Pesawaran dengan skala intensitas II-III MMI. Selain itu juga di daerah Liwa dengan skala intensitas II MMI.
Gempa tidak berpotensi tsunami.
Menurut Daryono penyebab gempa masih sama dengan yang pertama yakni aktivitas sesar aktif yang berada di lokasi gempa.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)" jelas Daryono.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpengaruh berita yang sumbernya tidak jelas.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," kata Daryono.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.
