BMKG Edukasi Masyarakat Melalui Fenomena Super Blue Blood Moon

Fenomena Super Blue Blood Moon dapat disaksikan dengan mata telanjang Rabu (31/1) mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Gerhana bulan kali ini merupakan fenomena langka karena terjadi saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon yang hanya terjadi sekali dalam 150 tahun.
Momen ini juga dimanfaatkan BMKG mengedukasi masyarakat.
"Salah satu target kami adalah memanfaatkan fenomena Super Blue Blood Moon ini untuk mengedukasi publik bahwa ini peristiwa langka," kata kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Coffee Morning yang digelar di kantor BMKG, Kemayoran, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Dwikorita mengatakan, fenomena ini terjadi karena matahari, bumi dan bulan berada dalam posisi satu garis dan jarak terdekat sehingga dampaknya gravitasi, daya tarik antara matahari bulan dan bumi tergabung sehingga menyebabkan air pasang dengan tinggi maksimal 1,5 meter.
"Jadi bukan karena bulannya dimakan oleh raksasa ya," katanya berseloroh.
Dwikorita menyebut puncak fenomena ini akan terjadi pada pukul 20.29 WIB nanti.

"Fenomena ini akan berlangsung selama 70 menit," tutur Dwikorita.
Fenomena itu nantinya juga akan disiarkan langsung melalui media sosial. "Nanti kita akan live streaming di Facebook, Twitter dan YouTube," tutupnya.
