BMKG: Gempa 4,8 M Sumedang Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Sumedang pada Minggu (31/12) dipicu sesar yang belum terpetakan. Titik gempa berada jauh dari sesar yang saat ini diketahui berada di sekitar Sumedang.

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, wilayah Sumedang merupakan daerah yang rawan gempa. Sebab berdekatan dengan sesar aktif yakni sesar Lembang, sesar Baribis dan sesar lainnya yang belum teridentifikasi dan terpetakan.

"Jika ditarik garis lurus dari ujung sesar Lembang (titik gempa) kurang lebih 21 km, lebih dekat ke sesar Baribis kurang lebih 6 km," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara daring Senin (1/1).

Hal tersebut kemudian dijelaskan lebih detail oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono. Dia menyebut, sesar pemicu gempa di Sumedang belum terpetakan.

"Jadi, gempa ini kalau melihat lokasinya itu berada di wilayah Kota Sumedang dan sekitarnya, dan ini sesuai dengan kerusakan lokasi yang terjadi, sehingga gempa ini dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan," kata Daryono.

"Karena sesar-sesar yang ada (Sesar Lembang dan Baribis), itu lokasinya jauh dari Kota Sumedang sehingga ini perlu mendapatkan perhatian kita, sesar aktif di wilayah ini, sehingga antisipasi sumber gempa dalam perencanaan pembangunan di Kota Sumedang," sambungnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Kembali ke Dwikorita, kondisi tersebut, kata dia, mirip dengan gempa yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu. Sesar pemicunya belum terpetakan.

"Artinya ini mirip dengan kejadian gempa di Cianjur ternyata dipicu oleh sesar yang belum teridentifikasi yang akhirnya ditetapkan dengan nama sesar Cugenang ya," ucapnya.

Gempa Bumi Dangkal

Dwikorita mengatakan, gempa ini jika dilihat dari episenter dan kedalaman hiposenternya, tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu sesar aktif.

BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa titik gempa berada di 5 km barat laut Kabupaten Sumedang dengan kedalaman 10 km.

"Namun, untuk hasil akhir lebih mendalam yang didukung oleh data lapangan. Hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Dwikorita.

"Jadi saat ini tim kami BMKG sudah bergerak di lapangan terutama untuk menenangkan warga, kami selalu berkoordinasi dan kerja sama dengan pemda terutama dengan Pj bupati dan jajarannya," pungkasnya.

Akibat gempa ini sejumlah rumah rusak. Bahkan RSUD Sumedang juga turut mengalami kerusakan. Menurut data yang diterima pihak kepolisian, sembilan orang terluka akibat gempa tersebut.