BMKG: Gempa Malteng Tak Berpotensi Tsunami, Hanya Ada Kenaikan Air Laut 0,5 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono
 Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/6) pukul 13:43 WIT atau 11.43 WIB.

Beberapa saat setelah gempa, terlihat air laut yang surut dari bibir pantai di Desa Tehoru, Maluku Tengah. Kondisi tersebut terlihat dari video yang diunggah melalui Twitter.

X post embed

Kabag Humas BMKG Taufan Maulana juga sempat mengimbau masyarakat di sekitar Kabupaten Maluku Tengah hingga Pulau Seram untuk menjauh dari pantai. Sebab, ada potensi gempa susulan dan tsunami akibat longsor ke/di bawah laut.

Terbaru, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun memang ada kenaikan air laut hingga 0,5 meter akibat longsor di bawah laut.

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa Malteng M6,0 kedalamn 19 km menunjukkan bahwa gempa ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI, namun berdasarkan hasil observasi muka laut stasiun TEHORU menunjukkan ada kenaikan muka air laut setinggi 0,5 m. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut," tulis Daryono, Rabu (16/4).

X post embed

Selain itu, sebanyak 13 gempa susulan juga terjadi di Maluku Tengah. Namun gempa tersebut tergolong kecil.

"Hingga hari Rabu, 16 Juni 2021 pukul 13.35 WIB, pasca Gempa Maluku Tengah M6,0 hasil monitoring BMKG telah terjadinya 13 (tiga belas) gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3,5," tulis Daryono di akunnya.