BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Saat Mudik Lebaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BMKG bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG dan Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG menyampaikan keterangan saat konpers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BMKG bersama Deputi Bidang Klimatologi BMKG dan Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG menyampaikan keterangan saat konpers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung D BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia selama periode mudik Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/3), saat memaparkan kondisi cuaca dan dinamika atmosfer menjelang masa mudik dan libur Idul Fitri.

Menurutnya, potensi banjir rob dipicu oleh fenomena astronomi yang terjadi pada pertengahan Maret.

“Juga ada potensi banjir rob akibat adanya bulan baru pada tanggal 19 Maret serta fenomena perigee di mana jarak bulan terdekat dengan bumi tanggal 22 Maret. Ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga ada potensi banjir rob di daerah pesisir di Indonesia,” kata Faisal.

Warga Eretan Wetan memblokir jalur saat gelar aksi demo terkait penanganan banjir rob di Jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025). Foto: Dok. kumparan

Cuaca Mudik Didominasi Hujan

Selain potensi banjir rob, BMKG juga memprediksi kondisi cuaca selama periode mudik akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer yang aktif di wilayah Indonesia.

“Adapun potensi dinamika atmosfer yang mempengaruhi periode hari raya dan libur Idul Fitri adalah adanya Monsun Asia yang mendatangkan curah hujan lebih banyak, MJO (Madden-Julian Oscillation), dan gelombang atmosfer, dan juga ada potensi tumbuhnya bibit siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia,” tutur Faisal.

Foto udara ratusan pekerja industri kawasan pelabuhan berjalan menembus banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/6/2022). Foto: Aji Styawan/Antara Foto

Siklon Nuri Pengaruhi Cuaca di Indonesia Timur

BMKG juga mencatat keberadaan Siklon Tropis Nuri yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Ini adalah Siklon Nuri yang terpantau memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia, khususnya di Maluku Utara, kemudian Papua Barat, Barat Daya, dan Papua,” lanjutnya.

Faisal menambahkan, secara umum kondisi cuaca pada pertengahan hingga akhir Maret masih didominasi hujan ringan hingga sedang.

“Di sini dapat kita lihat bahwa untuk tanggal 11 sampai 20 Maret serta 21 sampai 30 Maret, ini kondisi cuaca diprediksi hujan ringan hingga sedang,” tambahnya.