BMKG Jelaskan Banjir Bandang di Sumatera: Hujan Sebulan, Tumpah dalam Sehari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (1/12/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (1/12/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Komisi V DPR menggelar rapat kerja bersama Basarnas dan BMKG pada Senin (1/12). Komisi V meminta laporan terkini mengenai bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan, bencana yang menimpa ketiga rovinsi ini merupakan anomali. Ia mendapat laporan, curah hujan sangat tinggi karena adanya Siklon Tropis Senyar, yaitu badai dahsyat yang terbentuk di Selat Malaka.

“Hujan untuk satu bulan hanya tumpah dalam satu hari. Jadi volume hujan satu tahun tumpah dalam satu hari?” kata Lasarus kepada Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam pembukaan rapat tersebut, Senin (1/12).

"Satu bulan," jawab Faisal.

Curah hujan tinggi itu lebih 350 mm/hari.

Foto udara jembatan Kuta Blang yang putus akibat diterjang banjir di jalan lintas Nasional Banda Aceh - Sumut di Desa Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (29/11/2025). Foto: Abiyyu/ANTARA FOTO
Sejumlah petugas BPBD Nagan Raya membawa logistik korban banjir bandang untuk didistribusikan ke seberang sungai dengan menggunakan perahu di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

Lasarus mempertanyakan kesiapan teknologi yang dimiliki BMKG apakah tidak bisa mendeteksi dini akan potensi siklon tersebut.

"Nah, ini kan juga fenomena yang harusnya, apakah teknologi kita, peralatan kita sudah bisa mendeteksi ini, sehingga masyarakat ada kewaspadaan," kata Lasarus.

"Karena memang menjadi sangat tidak mudah, Pak, ketika sebaran permukiman dan seterusnya tidak memperhatikan daerah-daerah yang rawan longsor, rawan banjir bandang, dan seterusnya," tutur dia.

video from internal kumparan

Cuaca Sangat Ekstrem

Faisal menuturkan, hasil analisis pada 25-27 November, cuaca di Aceh masuk kategori sangat ekstrem.

"Bahwa tertangkap curah hujan pada 25 November, 26 November, hingga 27 November itu sampai hitam warnanya, itu sangat ekstrem. Bahkan tertinggi ada yang 411 mm per hari di Kabupaten Bireuen. Ini bahkan lebih tinggi dari hujan bulanan di sana, mungkin 1,5 bulan ya. Jadi ini tumpah dalam satu hari dan bayangkan itu terjadi selama 3 hari," kata Teuku.

"Nah, ini yang menyebabkan bencana hidrometeorologi memang sangat masif terjadi karena tanah kemudian tidak mampu atau lahan tidak mampu dalam menahan tumpahan air hujan yang demikian banyak hingga terjadilah banjir bandang, longsor, dan banjir," tambah dia.

Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wawan Kurniawan/ANTARA FOTO
Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Foto: Wawan Kurniawan/ANTARA FOTO

Sementara di Sumatera Utara, intensitas hujan mencapai 390 mm per hari. "Ini di Sumatera Utara, kita bisa lihat bahwa ini sangat berat kejadiannya, ini sampai 390 mm per hari di Kabupaten Langkat," kata Faisal.

Siklon Tropis Senyar menyebabkan cuaca ekstrem di Sumatera, November 2025. Foto: Dok BMKG

Faisal menjelaskan, cuaca ekstrem ini dipicu Siklon Tropis Senyar. BMKG menilai sebenarnya tidak lazim siklon terjadi di daerah tropis seperti Indonesia.

"Jadi yang memang kata kuncinya adalah siklon tropis ini bukan bencana yang lazim terjadi di daerah tropis, tapi inilah kejadian yang kita hadapi sekarang," kata Teuku.