BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Banjir Lahar Dingin Susulan di Sumbar

16 Mei 2024 6:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana usai banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (15/5/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana usai banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (15/5/2024). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca di wilayah Sumatera Barat sebagai upaya mengantisipasi terjadinya banjir lahar dingin susulan dari Gunung Marapi.
ADVERTISEMENT
"Antisipasi pertama kami mengendalikan hujannya. jadi saat ini juga bersamaan paralel, tim modifikasi cuaca sedang mengadang awan-awan hujan yang ada di sebelah timur Bukit Barisan agar tidak bergerak menuju kawasan Gunung Marapi dan hujan turun di sana," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Bukittinggi, Rabu (15/5).
Dwikorita menjelaskan, hujan menjadi penyebab utama terjadinya banjir lahar dingin. Hujan yang mengguyur Gunung Marapi akan membawa material vulkanik sisa erupsi beberapa waktu lalu.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan hasil pemetaan wilayah rawan banjir lahar dingin Gunung Marapi Foto: Jonathan Devin/kumparan
Bila terjadi hujan, lahar dingin akan mengalir di 25 aliran sungai yang terdapat di lereng Gunung Marapi.
"Nah abu vulkanik inilah yang apabila tersiram atau terkena air hujan akan hanyut menjadi larutan yang pekat, dan bisa mengangkut batu-batu yang besar," jelas Dwikorita.
ADVERTISEMENT
"Jadi insyaallah ini mohon doanya, insyaallah akan berhasil kalau awan itu bisa ditahan, insyaallah kalau tidak ada hujan yang rawan ini tidak akan terjadi banjir lahar," tambahnya.

Wilayah Rawan Banjir Lahar Dingin

Kondisi usai banjir lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Bukik Batabuah, Agam, Sumatera Barat, Senin (13/5/2024). Foto: kumparan
Dwikorita mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi rawan terdampak banjir lahar dingin.
"Kami bersama Badan Geologi dan PUPR ini mengidentifikasi zona-zona yang perlu diwaspadai. Jadi kami melihat adanya pertemuan 2 sungai atau lebih ada beberapa sungai yang bertemu," jelas Dwikorita.
"Zona-zona ini lah yang nantinya berpotensi untuk mengalami luncuran hanyutan bongkah-bongkah batu besar yang bisa terangkut, karena air hujan itu," sambungnya.
Wilayah-wilayah rawan itu, antara lain: Sawah Gombak, Kabupaten Tanah Datar; Pasir Laweh, Kabupaten Agam; Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar; dan Bukik Batubuah, Kabupaten Agam.
ADVERTISEMENT
Kemudian, Batipuh Ateh, Kabupaten Tanah Datar; Batipun Baruah, Kabupaten Tanah Datar; Objek Wisata Bukik Bulek, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Kota Padang Panjang.