BMKG Pantau Bibit Siklon 98P: Berpotensi Menguat dalam 24 Jam ke Depan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siklon Tropis Penha di laut Filipina dan Bibit Siklon 98 P mempengaruhi cuaca dan gelombang lau di Indonesia,  6/2/2026 Foto: Dok. BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Siklon Tropis Penha di laut Filipina dan Bibit Siklon 98 P mempengaruhi cuaca dan gelombang lau di Indonesia, 6/2/2026 Foto: Dok. BMKG

BMKG terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 98P di pesisir barat laut Australia.

Meski posisinya berada di luar wilayah Indonesia, pergerakan bibit badai ini memberikan dampak "kiriman" berupa cuaca buruk bagi warga di pesisir selatan, khususnya di wilayah NTT dan Laut Sawu.

BMKG menjelaskan, bibit 98P mulai terbentuk pada 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB. Semula, bibit itu berpeluang rendah menjadi siklon (badai). Namun, intensitas bibit tersebut sekarang menguat menjadi “sedang” untuk berkembang menjadi siklon.

“Saat ini, sistem berada di sekitar pesisir barat laut Australia dan memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, dengan pergerakan ke arah barat daya,” jelas BMKG, Jumat (6/2).

Ilustrasi gelombang tinggi di Nusa Tenggara Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Adapun dampak tidak langsung bibit 98P itu hingga Sabtu (7/2) pukul 07.00 WIB adalah:

Hujan dengan intensitas sedang – lebat

• Nusa Tenggara Timur

Angin kencang

• Nusa Tenggara Timur

Gelombang laut tinggi 1.25 – 2.5 m (Moderate Sea)

• Laut Sawu

• Samudera Hindia selatan NTT

"Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang berbahaya," pesan BMKG.