Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8

ADVERTISEMENT
Potensi banjir rob diperkirakan akan kembali terjadi pada beberapa hari ke depan. Perkiraan ini dibuat BMKG usai melihat faktor meterologis dan astronomis.
ADVERTISEMENT
Mereka menyebut, pada 21 Juni mendatang, beberapa wilayah Indonesia akan mengalami pasang air laut akibat fase bulan baru. Pasang air laut juga diperkuat dengan hembusan angin timur.
"Selain dari faktor astronomis tersebut, terdapat faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diprakirakan terjadi mencapai 2,5 meter hingga 4,0 meter di Laut Jawa dan lebih dari 4,0 meter di Samudera Indonesia selatan Pulau Jawa hingga Sumba yang dibangkitkan oleh embusan angin Timuran (musim kemarau) yang kuat dan persisten mencapai kecepatan hingga 25 knot (46 Km/Jam)," kata Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulisnya.
Hujan juga diperkirakan akan datang dalam 3 hari ke depan di beberapa lokasi yakni Jakarta, Cilacap, dan beberapa pesisir selatan. Jika curah hujan tinggi, maka genangan rob yang berpotensi terjadi akan tambah parah.
Potensi rob dan gelombang tinggi ini diperkirakan akan terjadi pada 19 sampai 21 Juni. Setelah tanggal tersebut, kecepatan angin diperkirakan cenderung akan turun.
ADVERTISEMENT
BMKG pun meminta, masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan atau beraktivitas di pesisir agar waspada terhadap peringatan ini. Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan dengan potensi rob tinggi.
"Terutama untuk daerah-daerah pantai berelevasi rendah seperti Pesisir utara Jakarta, Pekalongan, Semarang, Demak, hingga pantura Jawa Timur," tutup Herizal.
----
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
**
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.