BMKG Prediksi Akhir Musim Hujan di Jawa, Bali, Nusra pada Februari-Maret

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ramalan cuaca. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ramalan cuaca. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi akhir musim penghujan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Nusra) akan berakhir pada Februari-Maret.

“Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret, ya. Sampai Maret,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (28/1).

Faisal mengatakan, wilayah Jawa, Bali dan Nusra akan memasuki musim kemarau pada April hingga September dan akan kembali memasuki musim penghujan.

“Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober,” tuturnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Sementara itu, untuk wilayah yang berada di ekuator seperti Sumatera, Faisal mengatakan akan ada dua musim hujan dalam satu tahun.

“Misalnya, saya berikan contoh untuk daerah Sumatera ya, untuk Aceh, kemudian Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dia memiliki kondisi di mana terjadi dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau,” terangnya.

Ia menjelaskan, pada Mei-Juni, wilayah Sumatera diprediksi akan kembali masuk musim hujan.

“Jadi berbeda antara karakteristik iklim yang ada di daerah di dekat ekuator dengan daerah selatan seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara,” paparnya.