BMKG: Puncak Musim Hujan di Jakarta Awal Februari

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung menggunakan payung melintas di tengah hujan saat BNI Java Jazz Festival 2020, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung menggunakan payung melintas di tengah hujan saat BNI Java Jazz Festival 2020, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Beberapa hari belakangan, Jakarta dilanda cuaca ekstrem. Hujan lebat turun begitu cepat membuat sejumlah jalan di Jakarta tergenang, meski tak sampai banjir besar.

BMKG memprediksi, puncak musim hujan di Jakarta ada pada awal Februari 2021. Hal ini terlihat dari gambaran atmosfer yang terpantau BMKG.

"Jabodetabek kita lihat dari 1 Februari, lalu lihat ada peningkatan di 3 Februari. Kita lihat semua itu tergantung dengan dinamika atmosfer, untuk berikan gambaran ini adalah analisis curah hujan yang sudah terjadi dari 27-31 Januari," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam konferensi pers virtual, Minggu (31/1).

Pedagang jas hujan plastik menawarkan dagangannya kepada pengendara yang melintas di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Warga Jakarta dan sekitarnya memang masih harus waspada dengan curah hujan beberapa hari ke depan. Meski begitu, catatan BMKG, curah hujan tidak akan lebih dari 100 mm per detik.

"Jadi kalau kita lihat curah hujan tertinggi belum ada yang sampai 100 dalam baru 95 belum ada 100," tambah dia.

Jakarta memang sempat diguyur hujan lebat semalam penuh pada awal 2020. Hal ini membuat sejumlah wilayah di Jakarta banjir.

Guswanto mengatakan, bila dilihat dari data yang ada, puncak musim hujan di Jakarta diperkirakan terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari 2021.

"Artinya saya ingin sampaikan puncak musim hujan di Jakarta itu 3 atau 10 hari terakhir Januari atau awal Februari," ucap dia.