BMKG Sebut Penyebab Hujan 3 Hari Berturut-turut: Gelombang Rossby dan Kelvin
ยทwaktu baca 3 menit

Dalam 3 hari terakhir hujan dengan berbagai intensitas terjadi di sejumlah titik di Indonesia, termasuk di Jakarta. Di antaranya menyebabkan sejumlah bencana seperti banjir hingga tanah longsor.
Potensi hujan ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Hal ini terungkap dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 17-23 Juni 2025.
"Dalam sepekan ke depan, aktivitas gelombang Rossby equatorial dan Kelvin diperkirakan masih berpropagasi di wilayah Indonesia yang dapat memicu terjadinya hujan," kata BMKG dalam keterangannya, Rabu (18/6).
Selain itu, menurut BMKG, intrusi udara kering yang bergerak dari wilayah selatan, membawa massa udara yang lebih dingin dan kurang mengandung uap air. Ketika udara ini bertemu dengan udara yang lebih hangat dan lembab dari utara atau permukaan bumi, perbedaan sifat ini menciptakan ketidakstabilan atmosfer.
"Ketidakstabilan ini berarti udara lebih mudah naik ke atas dan membentuk awan konvektif terutama di Pulau Jawa bagian barat hingga tengah dalam sepekan ke depan," jelas BMKG.
Hal ini membuat hujan ekstrem terjadi di sejumlah daerah di Jakarta, Jabar, hingga Jateng. Banjir pun sempat melanda beberapa titik di ketiga wilayah tersebut, salah satunya di kawasan Demak.
"Kondisi seperti ini bisa menyebabkan hujan lokal yang tiba-tiba, petir, atau bahkan potensi hujan deras meskipun secara umum sedang memasuki musim kemarau," sambung BMKG.
Selain itu, daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan memanjang dari perairan barat Bengkulu hingga Sumatera Barat, Perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Barat, Perairan selatan Jawa Barat hingga Banten, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, di Laut Banda, dari Laut Arafuru hingga Laut Banda, Laut Maluku hingga Perairan utara Gorontalo, Perairan utara Papua Barat hingga Laut Seram, Teluk Cendrawasih hingga Papua Barat, dan di Pesisir selatan Papua Selatan.
"Daerah konfluensi diprakirakan berada di Laut Banda, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik utara Maluku Utara. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," urai BMKG.
Curah Hujan
Secara umum, curah hujan pada dasarian ke-3 Juni diprediksi berada pada kriteria rendah โ menengah (0-150 mm/dasarian).
Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi (>150 mm/dasarian) meliputi sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian NTT, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Tengah dan sebagian Papua Selatan.
Sementara itu, sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatra hingga Papua serta konfluensi angin di sejumlah perairan Indonesia masih berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan.
Labilitas lokal kuat juga mendukung proses konvektif di banyak wilayah, mulai dari Sumatra, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia, sehingga masih perlu diwaspadai potensi cuaca signifikan di sebagian wilayah indonesia.
