BMKG soal Banyak Rumah di Jember Rusak saat Gempa 5,1 M: Struktur Bangunan Buruk
·waktu baca 2 menit

BMKG memberikan penjelasan mengapa banyak rumah warga di Jember, Jawa Timur, rusak saat diguncang gempa 5,1 magnitudo pada Kamis (16/12). Pemicunya, karena banyak struktur bangunan buruk.
Laporan terbaru dari BPBD Kabupaten Jember, total 46 unit rumah rusak akibat gempa. Rinciannya, 34 rusak ringan, 11 rusak sedang dan 1 mengalami rusak berat.
Selain itu, 5 unit fasilitas umum berupa 4 sekolah dan 1 gedung terdampak gempa bumi tersebut.
"Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jember Hendy Siswanto di Pendopo Kabupaten Jember, Sabtu (18/12).
Rahmat mengatakan, hasil temuan BMKG di lapangan, dengan kekuatan gempa magnitudo 5,1 dengan intensitas IV—V MMI, seharusnya tidak menimbulkan kerusakan masif seperti di Jember.
Efek yang ditimbulkan, kata Rahmat, biasanya hanya berupa kerusakan ringan dengan efek benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
"Masifnya kerusakan yang terjadi diakibatkan kontruksi bangunan tersebut tidak sesuai standar seperti tidak adanya kolom dan bangunan yang sudah cukup tua," ucap Rahmat.
"Ini diluar skenario pemodelan BMKG, artinya jika gempa dengan magnitudo lebih besar terjadi maka kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar dan luas karena struktur bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa," tambah dia.
Gempa itu sebelumnya terjadi pukul 06.01.33 WIB. Guncangan gempa bahkan terasa di Bondowoso, Banyuwangi hingga Denpasar.
BMKG Ingatkan Jember Rawan Gempa dan Tsunami
Rahmat melanjutkan, Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami. Berdasarkan catatan sejarah, Kabupaten Jember telah diguncang gempa merusak lebih dari enam kali sejak 1896.
Letak Kabupaten Jember berdekatan dengan sumber gempa potensial, yaitu subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Timur (zona megathrust).
Selain itu, wilayah Jember juga berdekatan dengan sumber-sumber gempa sesar aktif, baik yang ada di daratan maupun di dasar laut.
"Melihat fakta tersebut, maka BMKG merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk melakukan audit kelayakan konstruksi bangunan dan infrastruktur, penyiapan jalur dan sarana prasarana evakuasi yang layak dan memadai," tutur Rahmat.
