BMKG: Sudah Terjadi 13 Kali Gempa Susulan, Pusatnya di Karawang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Data gempa susulan yang berpusat di Bekasi. Foto: Dok. BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Data gempa susulan yang berpusat di Bekasi. Foto: Dok. BMKG

BMKG mencatat sebanyak 13 gempa susulan terjadi usai gempa 4,7 magnitudo yang berpusat di Karawang (sebelumnya BMKG menyebut pusatnya di Bekasi), Jawa Barat pada Rabu (20/8).

"Jumlah gempa susulan 13," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono lewat keterangannya, Kamis (22/8).

Daryono menyebut, selama periode gempa susulan itu terbesar sekitar 3,9 magnitudo dan terkecil 1,7 magnitudo.

"Magnitudo terbesar M 3,9, terkecil M 1,7," ujarnya.

Kerusakan bangunan SDN Kutamaneuh 2, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pascagempa 4,7 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025). Foto: Dok. BPBD Kabupaten Karawang

Menurut BMKG, gempa tersebut dipicu oleh sesar naik busur belakang.

Terjadi penumpukan calon penumpang KRL di Stasiun Pasar Minggu sejak 19.55 WIB imbas penghentian kereta sementara karena gempa Bekasi 4,9 magnitudo, Rabu (20/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh sumber gempa sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back arc thrust)," tutupnya.