BMKG: Suhu Udara Minimum di Bandung Raya Capai 17 ⁰C di Bawah Batas Normal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara kawasan wisata The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.  Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kawasan wisata The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Suhu udara di wilayah Bandung Raya terasa lebih dingin belakangan ini. Suhu udara yang lebih dingin itu dinilai tak normal.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan suhu udara minimum di Bandung mengalami penurunan hingga menyentuh angka 17 ⁰C pada Selasa (18/9).

"Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa suhu udara minimum mengalami perubahan signifikan pada hari ini, yaitu mencapai 17 ⁰C," kata dia melalui pesan singkat pada Rabu (19/7).

Sementara itu, menurut Teguh, suhu udara minimum yang dinilai normal pada bulan Juli yakni 18,2 ⁰C. Lalu, pada bulan Agustus pada angka 17,5 ⁰C. Dengan begitu, jika didasarkan angka itu, suhu udara di Bandung tidak berada di angka yang tidak normal.

"Nilai suhu minimum normal pada bulan Juli adalah 18,2 ⁰C dan pada Agustus nilainya 17,5 ⁰C," ujar dia.

Penjelasan soal suhu dingin di Bandung

Sebelumnya diberitakan, terdapat beberapa hal yang mengakibatkan suhu udara di Bandung terasa lebih dingin. Pertama, yakni matahari yang bersinar terik pada siang hari tanpa ditutupi awan. Hal itu mengakibatkan bagian permukaan bumi menerima radiasi yang maksimal. Kemudian, pada malam hari, bumi melepaskan energinya akibat radiasi tersebut.

"Karena tidak ada awan, maka di malam hari hingga dini hari, radiasi yang disimpan di permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan," ucap Teguh.

"Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat karena kehilangan energi secara maksimal. Dampaknya, adalah suhu minimum atau udara dingin yang ekstrem di malam hingga dini hari," lanjut dia.

Lalu, penyebab selanjutnya, yakni berhembusnya angin muson Australia. Angin muson Australia membawa suhu dingin yang berada di wilayah Australia ke wilayah Indonesia tepatnya di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS).

"Terdapat pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan masa udara dingin menuju Indonesia atau lebih dikenal dengan angin muson Australia," papar dia.

Diperkirakan, fenomena suhu udara yang dingin di Bandung bakal berlangsung hingga bulan Agustus 2023. Teguh pun mengimbau masyarakat agar tidak panik sebab fenomena cuaca itu merupakan hal yang alamiah. Namun, masyarakat diimbau mengenakan jaket atau selimut pada malam hari agar terhindar dari penyakit.