BMKG: Telah Terjadi 37 Gempa Susulan di NTT, Terbesar 6,2 Magnitudo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: MuhsinRina/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: MuhsinRina/Shutterstock

Gempa 7,7 magnitudo Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 37 gempa susulan atau aftershock.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Helly Florida Riama, mengatakan kekuatan gempa susulan itu mulai 3,7 hingga 6,2 magnitudo.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo 3,7-6,2 dan yang dirasakan berjumlah 1 gempa," kata Helly.

Helly memastikan pihaknya telah mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini dengan memperhatikan tinggi muka laut di wilayah terdampak tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang membahayakan maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," jelasnya.

Dua Orang Tewas

Proses evakuasi korban akibat gempa di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya dilaporkan ada dua warga di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan gedung di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan saat ini dua orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

"Satu meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dan yang satu meninggal ditemukan di reruntuhan gedung," kata Fathur.

Menurutnya, ratusan calon penumpang itu tertimpa reruntuhan saat berada di ruang tunggu pelabuhan Lorens Say Maumere.

"Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar," ujarnya.