BMKG Ungkap 3 Penyebab Madura Jadi Daerah Rawan Gempa

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gempa di Sumenep (Foto: Dok BNPB)
zoom-in-whitePerbesar
Gempa di Sumenep (Foto: Dok BNPB)

Gempa dengan kekuatan 4,8 magnitudo mengguncang Sumenep, Jawa Timur pada Rabu (13/6) cukup mengejutkan warga. Selain merusak 77 rumah, warga selama ini mengira Madura bukanlah daerah rawan gempa.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, Madura sebetulnya merupakan daerah rawan gempa. Daryono menjelaskan ada 3 faktor pendukung mengapa Madura adalah daerah rawan gempa.

Faktor pertama adalah kondisi tektonik. Daryono menjelaskan, secara tektonik kawasan Madura merupakan kawasan rawan gempa karena letaknya berada dalam zona jalur sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala).

"Zona sesar RMKS ini memiliki arah barat-timur membentuk zona deformasi dengan dengan lebar sekitar 15-40 km dan panjang 675 km dari area Rembang, Pulau Madura, dan Kepulauan Kangean hingga Sakala di bagian timur," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/6).

Sesar RMKS ini, kata Daryono, cukup aktif karena sejarah mencatat Sesar RMKS pernah memicu gempa signifikan dan merusak, seperti Gempa Rembang 1836 (VII MMI), Gempa Pati 1890 (VIII MMI), Gempa Sedayu 1902 (VI MMI), dan Gempa Lamongan 1939 (VII MMI).

Gempa di Sumenep (Foto: Dok BNPB)
zoom-in-whitePerbesar
Gempa di Sumenep (Foto: Dok BNPB)

Fakta kedua, lanjut Daryono, adalah bukti aktivitas kegempaan atau seismisitas. Ia menjelaskan, sebaran peta seismisitas wilayah Madura yang sudah terelokasi tampak terdapat klaster-klaster aktivitas gempa berkedalaman dangkal yang berasosiasi dengan aktivitas sesar, baik di bagian barat, selatan, dan timur Pulau Madura.

"Data gempa ini merupakan bukti konkrit bahwa Pulau Madura cukup aktif aktivitas kegempaannya," tuturnya.

Fakta yang terakhir adalah catatan gempa dirasakan dan merusak. Daryono mengungkapkan, gempa beberapa kali terjadi di Madura. Salah satunya pada 20 Februari 2017 di Sampang.

"Gempa Sampang dengan kekuatan 3,7 magnitudo pernah mengguncang wilayah barat Madura seperti Sampang, Torjun, Ragung, Kedungdung, Karangtengah, Blega, dan Konang dalam skala intensitas III MMI. Saat itu dilaporkan banyak warga lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkn diri. Berikutnya adalah gempa Sumenep yang terjadi Rabu malam 13 Juni 2018 berkekuatan 4,8 magnitudo yang merusak puluhan bangunan rumah," paparnya.

"Fakta ini semakin mengokohkan pendapat kita bahwa Madura memang zona rawan gempa," pungkasnya.