BMKG Ungkap Alasan Gempa 7,7 M di Filipina Berpotensi Tsunami hingga Kaltim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Status Peringatan Dini Tsunami usai gempa di Filipina. Dok BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Status Peringatan Dini Tsunami usai gempa di Filipina. Dok BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang pantai selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6), berpotensi memicu tsunami hingga ke wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan gempa tersebut memenuhi sejumlah syarat utama pembangkit tsunami.

"Karena memenuhi syarat terjadinya tsunami. Pertama adalah gempanya di laut, kedua kekuatannya besar 7,7 dan kedalamannya dangkal," kata Rasmid.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid. Foto: kumparan

Menurut dia, potensi tsunami semakin besar karena mekanisme sumber gempa berupa patahan naik (thrust fault) yang menyebabkan dasar laut terdorong ke atas.

"Tipe patahan di dasar lautnya adalah thrusting. Jadi ada perubahan kulit bumi, ada volume air laut yang didesak ke atas sehingga menyebabkan tsunami," ujarnya.

Status Tinggu Muka Air Lautusai gempa di Filipina. Dok BMKG

BMKG mencatat gempa di Filipina terjadi pukul 06.37 WIB dengan episenter di laut pada koordinat 5,80 LU dan 125,14 BT atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas subduksi lempeng dan memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan tsunami berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Status Siaga diberikan untuk beberapa wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah. Sementara status Waspada berlaku di Bulungan, Nunukan, Tarakan, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.

BMKG merilis peta gempa 7,7 M yang berpusat di Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. BMKG

6 Kali Gempa Susulan

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid mengatakan dari proses pemantauan berlangsung, BMKG telah mencatat terjadi sejumlah gempa susulan dengan magnitudo cukup signifikan.

"Kalau tidak salah sampai saat ini sudah 6 kali gempa dan kekuatannya juga lumayan, di atas 5," ujarnya.

Sementara itu, BMKG pusat dalam laporan resminya mencatat hingga pukul 07.00 WIB telah terjadi sedikitnya satu gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 6,7.

BMKG juga telah menyatakan peringatan dini tsunami untuk wilayah Indonesia berakhir.

Adapun sejumlah rumah dan bangunan di beberapa wilayah di Sulawesi Utara dilaporkan rusak parah imbas gempa.

instagram embed