BMKG Ungkap Alasan Jakarta Bisa Berkabut Pagi ini bak di Puncak

Jakarta berselimut kabut pagi ini. Bisa terlihat jelas kabut yang menutupi pemandangan di gedung-gedung pencakar langit. Fenomena ini menurut Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai hal yang biasa.
"Pagi ini di wilayah Jakarta berkabut, bukan kabut asap," beber Kepala Humas BMKG Harry Djatmiko dalam keterangannya kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (23/2).
Ada beberapa alasan yang diungkapkan Harry mengapa Jakarta bisa berkabut bak di Puncak, Bogor. Menurut dia, pertama hari sebelumnya biasanya terjadi hujan, lalu suhu menjadi lebih dingin.
"Jadi ada fenomena inversi. Lapisan inversi terjadi karena udara panas berada di atas udara dingin dan membentuk kabut," beber dia.
Jadi, suhu di bawah lebih dingin daripada suhu di atasnya. Biasanya di lapisan antara 1.000-2.000 meter.
"Semakin siang, begitu radiasi matahari masuk, pukul 10.00 WIB, itu mulai hilang kabutnya," tegasnya.
Apa yang terjadi di Jakarta ini, menurutnya hal biasa dan bisa terjadi di manapun.
"Kalau di Puncak tentu lebih sering," tegas dia.
Suhu di Jakarta, pagi tadi berkisar antara 22-25 derajat celcius.
"Nyaman Jakarta," tutup dia.
