BMKG Ungkap Gempa di Bogor Beberapa Hari Terakhir Terkait Aktivitas Gunung Salak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Salak, Jawa Barat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Salak, Jawa Barat. Foto: Shutter Stock

Bogor dan sekitarnya diguncang gempa dengan kekuatan rata-rata 2-3 magnitudo beberapa hari terakhir. Lalu, apakah betul hal ini ada kaitannya dengan peningkatan aktivitas Gunung Salak?

"Kejadian di Bogor merupakan kejadian gempa Swarm, di mana umumnya terjadi di sekitar wilayah tektonik dan vulkanik yang aktif," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu melalui pesan singkat, Kamis (30/1).

Ia mengatakan, gempa terakhir yang ramai dibicarakan terjadi pada 24 Januari 2025. Saat itu kekuatannya 2,6 magnitudo.

"Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya gempa Swarm umumnya terjadi di sekitar wilayah tektonik dan vulkanik yang aktif dan Gunung Salak merupakan salah satu Gunung aktif dan berada di wilayah tektonik aktif," kata dia.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu. Foto: instagram/@teguhrahayu_stageofbdg

"Dan berdasarkan penelitian sebelumnya Pepen Supendi dkk 2021, gempa swarm ini di duga terkait dengan perubahan stress akibat aktivitas vulkano-tektonik di sekitar wilayah tersebut," imbuhnya.

Namun belum dijelaskan rinci soal sejauh mana peningkatan aktivitas Gunung Salak tersebut.

Dalam catatan kumparan, setidaknya sudah ada 10 gempa berskala kecil di penghujung bulan Januari ini.

"Kejadian Gempa bumi ini seperti yang pernah terjadi sebelumnya pada Agustus - November tahun 2019 di lokasi yang sama dan dirasakan di wilayah Bogor dan sekitarnya," kata dia.