BNN: Fredy Pratama-Dewi Astutik Dominasi Peredaran Narkoba di Golden Triangle

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Suyudi Ario Seto (tengah) memberikan keterangan pers penangkapan DPO jaringan narkotika internasional di Gedung 600 PT Angkasa Pura, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/11/2025).
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Suyudi Ario Seto (tengah) memberikan keterangan pers penangkapan DPO jaringan narkotika internasional di Gedung 600 PT Angkasa Pura, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/11/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dewi Astutik, gembong narkoba, penyelundup 2 ton sabu ke Indonesia ditangkap di Kamboja, Senin (1/12). Warga asal Ponorogo, Jawa Timur, berperan sebagai pengendali peredaran narkoba di Asia Tenggara jaringan Fredy Pratama.

Fredy Pratama, gembong narkoba yang dijuluki 'Pablo Escobar Indonesia' hingga saat ini masih buron. Diduga kuat Fredy Pratama bersembunyi di luar negeri. Diduga dia berpindah-pindah negara, antara lain Thailand dan Kamboja.

Fredy Pratama. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengatakan Dewi dan Fredy merupakan dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi peredaran narkoba di kawasan Golden Triangle (Thailand, Myanmar, Laos).

"Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama dan PAR alias Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda ini," kata Suyudi saat jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/12).

Detik-detik penangkapan Dewi Astutik, penyelundup 2 ton sabu di Kamboja. Foto: Dok. Istimewa

Suyudi menyebut, Dewi diduga menjadi aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 serta beberapa kasus besar tahun 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.

"Ia merupakan rekruter dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan. Dan masuk dalam jaringan Golden Crescent yang sudah kita ungkap juga sebelumnya," jelasnya.

Detik-detik penangkapan Dewi Astutik, penyelundup 2 ton sabu di Kamboja. Foto: Dok. Istimewa

Lebih lanjut, Suyudi mengungkap kesulitan penangkapan Dewi Astutik. "Tentu kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara ke negara lain," terangnya.

"Dan, pada saat yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama tadi yang saya sampaikan, kita bisa menemukan titik yang bersangkutan. Sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dengan pemerintah Kamboja," jelas dia.