BNN Ungkap Cartridge Vape Berisi Etomidate Sulit Dibedakan dengan Vape Biasa

Cartridge vape yang mengandung etomidate sulit dibedakan secara kasatmata dengan cartridge vape biasa. Kondisi ini dinilai membuat penyebaran etomidate melalui vape menjadi rawan.
Kapuslab Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Supiyanto mengatakan cartridge yang mengandung etomidate tidak memiliki ciri khusus yang bisa langsung dibedakan dari cartridge lainnya.
“Penyalahgunaan narkoba menggunakan media vape, secara umum tidak bisa dibedakan antara cartridge yang berisi etomidate atau narkoba lain atau bahkan yang tanpa narkoba,” kata Supiyanto saat dihubungi, Senin (21/9).
Menurut dia, dari hasil pengujian laboratorium yang dilakukan BNN, belum ditemukan cartridge vape legal atau berpita cukai yang mengandung narkoba.
“Dari hasil uji lab yang dikirim oleh penyidik untuk pembuktian di pengadilan (pro justicia), secara khusus belum ada cartridge vape yang legal (berpita cukai) mengandung narkoba. Jadi semua cartridge vape yang mengandung narkoba tidak berpita cukai,” ujarnya.
Supiyanto menyebut etomidate umumnya dijual dalam bentuk cartridge yang sudah terisi. Harganya di Jakarta berkisar Rp3 juta hingga Rp6 juta.
“Biasanya jualannya sudah 1 paket cartridge berisi etomidate. Harga sekitar 3 sampai dengan 6 juta di Jakarta,” katanya
Dia juga menyebut BNN menemukan etomidate paling banyak masuk dari Malaysia.
“Paling banyak (masuk) dari Malaysia,” kata Supiyanto.
Supiyanto mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kepala BNN mengusulkan pelarangan vape secara total.
“Betul, makanya Bapak Kepala BNN mengajukan usulan untuk melarang vape secara total,” ujarnya.
