BNN Ungkap Dewi Astutik Rekrut WNI Nganggur di Kamboja Jadi Kurir Narkoba
·waktu baca 2 menit

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap pola perekrutan yang dilakukan Paryatin alias Dewi Astutik setelah ia ditangkap di Kamboja. Kepala BNN Komjen Suyudi menjelaskan bahwa Dewi merekrut WNI yang menganggur (jobless) di Kamboja untuk dijadikan kurir narkoba jaringan internasional.
“Sementara berdasar pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja, serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung dengan Paryatin alias Dewi,” ujar Suyudi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (3/12).
Perekrutan berlangsung sejak 2023, dan operasional peluncuran kurir dimulai awal 2024.
“Recruiting sejak 2023, dan operating peluncuran kurir sejak awal 2024. Daerah operasi Paryatin (Indonesia–Kamboja). Kurir-kurir Paryatin beroperasi di negara-negara antara lain: Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, Ethiopia,” kata Suyudi.
BNN menangkap Dewi di Sihanoukville, Kamboja, pada Senin (1/3). Ia adalah buron kasus penyelundupan 2 ton sabu ke Indonesia yang dibongkar Mei lalu.
Penangkapan dilakukan oleh BNN bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, dan BAIS TNI.
Ditangkap Bersama Kekasihnya
Saat ditangkap, Dewi tidak sendirian. Ia bersama seorang pria yang kini juga tengah ditelusuri identitasnya.
“Nama dan identitas lelaki tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh polisi Kamboja. Sementara info didapatkan, lelaki tersebut diakui sebagai WN Pakistan dengan panggilan Abdul Halim, yang diduga sebagai pacar Paryatin alias Dewi Astutik,” jelas Suyudi.
BNN juga menyebut Dewi mendominasi operasi di kawasan Golden Triangle (Thailand, Laos, Myanmar) dan terkait kasus besar jaringan Golden Crescent (Afghanistan, Iran, Pakistan). Ia juga buronan Korea Selatan.
Paryatin adalah perempuan 42 tahun asal Ponorogo, Jatim. Dia menggunakan identitas palsu, Dewi Astutik, yang ternyata merupakan nama adiknya. Paryatin pernah menjadi tenaga migran di Taiwan sebelum menyeberang ke Kamboja.
