BNN Ungkap Identitas Pria yang Bersama Dewi Astutik saat Ditangkap di Kamboja
·waktu baca 2 menit

Paryatin alias Dewi Astutik, buronan internasional, yang menyelundupkan 2 ton narkoba jenis sabu jaringan Golden Triangle ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Saat diamankan pada Senin (1/12) ada seorang pria bersamanya.
Terkait keberadaan pria itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) buka suara. Kepala BNN Komjen Suyudi mengungkap identitas pria tersebut.
“Nama dan identitas lelaki tersebut sedang dilakukan penyelidikan oleh Pol [polisi, red.] Kamboja, sementara info didapatkan, lelaki diakui sebagai WN Pakistan. Dengan panggilan Abdul Halim,” jelas Suyudi, Rabu (3/12).
Belum diketahui apakah pria itu terlibat dalam jaringan narkoba Dewi Astutik. Suyudi memastikan Abdul Halim memiliki hubungan dengan Dewi Astutik.
"Diduga sebagai pacar Paryatin alias Dewi Astutik,” ujarnya.
Pakistan sendiri bukan hal asing bagi Paryatin alias Dewi Astutik karena dia juga terlibat dalam perdagangan narkoba di Golden Crescent (Afghanistan, Pakistan, Iran), selain Golden Triangle (Thailand, Laos, Myanmar).
Kamboja-Nigeria-Brasil
Sebelumnya diberitakan, BNN terus mendalami jaringan narkoba milik Dewi Astutik yang memiliki jejaring operasi lintas benua, termasuk Ethiopia dan Brasil.
“Paryatin sementara merupakan jaringan Kamboja–Nigeria–Brasil, jadi belum terkonfirmasi sebagai rekan Fredy Pratama,” ujar Suyudi dalam keterangannya, Rabu (3/12).
Fredy Pratama adalah gembong narkoba lainnya yang mendapat julukan "Pablo Escobar" Indonesia.
Dewi juga diketahui merekrut WNI yang menganggur di Kamboja. Mereka dijadikan kurir narkoba jaringan internasional.
“Sementara berdasar pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung dengan Paryatin alias Dewi,” ujar Suyudi.
Perekrutan disebut berlangsung sejak 2023, dan operasional peluncuran kurir dimulai awal 2024.
“Recruiting sejak 2023, dan operating peluncuran kurir sejak awal 2024. Daerah operasi Paryatin (Indonesia–Kamboja). Kurir-kurir Paryatin beroperasi di negara-negara antara lain: Indonesia, Laos, Hong Kong, Korea, Brasil, Ethiopia,” katanya.
