BNPB: 101 Puskesmas di NTT Kembali Beroperasi Usai Gempa 7,7 Magnitudo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 101 dari 169 puskesmas terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali beroperasi penuh.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, dari total 169 puskesmas yang terdampak, 49 lainnya saat ini baru dapat beroperasi sebagian. Sementara 19 puskesmas belum beroperasi.

“Data puskesmas terdampak akibat gempa bumi ini sebanyak 169 unit, dengan rincian 101 telah beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, 19 belum beroperasi,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (23/8).

Berton mengatakan, kerusakan bangunan puskesmas akibat gempa didominasi kategori rusak sedang. Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, BNPB turut mendukung pendirian tenda berukuran 6x12 meter yang digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan sementara.

Di Kabupaten Sikka, BNPB mendirikan 8 tenda di 8 titik untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat maupun menjadi puskesmas sementara.

Sementara di Kabupaten Manggarai terdapat 12 tenda. 4 di antaranya digunakan untuk mendukung pelayanan Rumah Sakit Umum.

Selain pemulihan fasilitas kesehatan, penanganan kesehatan terhadap warga terdampak juga terus dilakukan. Saat ini terdapat 11.106 tenaga kesehatan yang bekerja di lapangan, terdiri dari 134 dokter, 5.306 perawat, 3.974 bidan, dan 1.647 tenaga kesehatan lainnya.

Namun, BNPB mencatat masih ada kebutuhan tambahan 133 tenaga kesehatan, di antaranya 63 dokter umum, 12 dokter spesialis, 47 perawat, 2 perawat ortopedi, 4 perawat anestesi, hingga 5 apoteker.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih terjadi.

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Berton.