BNPB: 21 Ribu KK di Sumatera Masih Tinggal di Tenda, Dapat Dana Rp 1,8 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di bawah tenda, di SDN 14 Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Selasa (27/1/2026). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar di bawah tenda, di SDN 14 Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Selasa (27/1/2026). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, warga pengungsi yang masih tinggal di tenda imbas bencana Sumatera berpeluang mendapatkan tambahan dana tunggu hunian.

Jumlahnya ada sekitar 21 ribu kepala keluarga. Tambahan dana akan segera dicairkan.

“Kemudian yang masih ada tinggal tenda-tenda, itu ada 21.193 KK, yang tinggal di tenda ini menjadi sasaran agar dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka bisa dipindahkan ke hunian sementara. Atau mereka bisa juga menambah dana tunggu hunian,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Suharyanto menjelaskan, saat ini dana tunggu hunian telah diberikan kepada pengungsi yang tinggal di luar tenda, baik di gedung pemerintah, rumah ibadah, maupun pengungsian mandiri.

“Ini sudah diberikan dana tunggu hunian. Jumlahnya adalah Rp 1.800.000. Yaitu diberikan Desember, Januari, Februari. Tentu saja ini sudah masuk Februari, sampai tanggal 29 Februari, 28 Februari, apabila huntapnya belum jadi ini nanti ditambah untuk dana tunggu hunian 3 bulan berikutnya,” jelasnya.

Sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Infografis yang dipaparkan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube

BNPB mencatat jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan dibandingkan puncak pengungsian pada Desember 2025.

“Kemudian kami laporkan bahwa jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Kalau rekan-rekan media mencatat puncak pengungsi tanggal 8 Desember 2025, itu sampai 1.057.482 jiwa. Per tanggal 10 Februari kemarin, ini jumlahnya setelah dihitung langsung di lapangan, sudah tinggal 47.462 jiwa. Jadi terdapat penurunan yang cukup signifikan, berkurang 95,51 persen,” katanya.

video from internal kumparan

Dari total 47.462 jiwa, pengungsi tersebar di empat lokasi. Sebanyak 5.817 kepala keluarga tinggal di gedung pemerintah, dengan rincian Aceh 5.185 KK, Sumatera Utara 472 KK, dan Sumatera Barat 160 KK.

Selain itu, terdapat pengungsi yang tinggal di meunasah atau masjid di Aceh serta pengungsi mandiri yang menyewa atau tinggal di rumah sanak saudara.

“Kemudian juga ada yang mengungsi mandiri, ini mandiri adalah menyewa, tinggal di rumah sanak saudaranya. Ada 10.776 KK,” ungkap Suharyanto.