BNPB: Beberapa Orang Meninggal Tertimpa Runtuhan Bangunan di Palu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bangunan Runtuh akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Bangunan Runtuh akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah (Foto: Dok. Istimewa)

Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 28/9/2018 pukul 17.02 WIB atau 18.02 WITA. Gempa tersebut kemudian diikuti oleh terjangan tsunami di bibir pantai Kota Palu.

Berdasarkan konfirmasi kepada BMKG, tsunami  menerjang bibir pantai. Posko BNPB juga telah mengkonfirmasi ke BPBD bahwa tsunami telah menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

"Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Tsunami juga menerjang beberapa permukiman dan bangunan yang ada di pantai. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterngan persnya, Jumat (28/9).

"Petugas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban. Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan," lanjut Sutopo.

Kondisi listrik pun padam dan menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus.

video youtube embed

"Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan. Operator komunikasi terus berusaha memulihkan pasokan listrik secara darurat. Kemkominfo telah melakukan langkah-langkah penanganan untuk memulihkan komunikasi yang putus tersebut," kata Sutopo.

Kepala BNPB bersama pejabat BNPB berangkat ke Palu pada malam ini melalui Makassar kemudian melanjutkan ke Kota Palu dan Donggala menggunakan helikopter. Sementara Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28 September 2018 pukul 19.26 WITA hingga 29 September 2018 pukul 19.20 WITA.

"Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BNPB juga telah bergerak menuju Donggala melalui Balikpapan. Dari Balikpapan, Tim Reaksi Cepat BNPB terbang ke Donggala menggunakan helikopter water bombing yang ada di Balikpapan. Tim ini membawa peralatan komunikasi satelit dan peralatan lainnya," terangnya.

"Komunikasi yang lumpuh saat ini menyebabkan kesulitan untuk koordinasi dan pelaporan dengan daerah. Kondisi listrik padam juga menyebabkan gelap gulita di Palu dan Donggala. Gempa susulan masih terus berlangsung," tutup Sutopo.