BNPB Berjibaku Tangani Karhutla, Cegah Asap Menyeberang ke Malaysia-Singapura

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Fokus utama penanganan mencegah asap menyeberang ke Malaysia dan Singapura.
"Jadi kami masih berjibaku ini khusus di Sumatera, yang lagi tinggi sekarang adalah Riau dan Sumatera Selatan. Di Kalimantan ada Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Ini sedang kebakaran, kita sedang mengerahkan segala sumber daya," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat penanggulangan bencana di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (19/10).
Suharyanto mendengar kabar Malaysia dan Singapura sempat protes terhadap kepulan asap karhutla Indonesia. Suharyanto mengaku asap memang hampir mendekati wilayah negeri singa tersebut.
"Ini 2023 hampir saja, mudah-mudahan tidak sampai menyeberang tapi tinggal sedikit lagi, bahkan Singapura beberapa waktu lalu sudah muncul di koran bahwa kualitas udara di Singapura sudah tidak baik akibat kiriman asap dari wilayah Indonesia," katanya.
Asap karhutla juga hampir mendekati Malaysia. "Ternyata enggak, belum sampai (asapnya). Jadi memang sudah mendekati beberapa minggu lalu," katanya usai rapat berakhir.
Pemerintah, kata Suharyanto, menangani karhutla dengan mendatangkan hujan buatan dan penyemprotan air melalui pesawat atau heli water booming.
"Kami kemudian melaksanakan operasi masif. Jangan sampai asap menyeberang, [karhutla dipadamkan] dengan TMC dan water bombing. Per hari ini kami yakinkan itu tidak terjadi," katanya.
Namun, potensi karhutla di Indonesia masih terus terjadi imbas fenomena El Nino dan karakter lahan di Indonesia basah atau lahan gambut yang mudah terbakar.
"Memang menghadapi alam tidak mudah. Kita lihat Indonesia masih bagus. Amerika saja saat kebakaran banyak meninggal, juga Kanada dan Spanyol, padahal mereka negara besar dan maju," kata Suharyanto.
Dia berharap seluruh pejabat di tingkat pusat dan daerah berkolaborasi menangani karhutla.
"Memang masih kekurangan, tapi kekompakan seluruh pihak kalau Indonesia satgasnya sudah sangat komprehensif. Pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, kementerian lembaga, satgas darat, udara bersatu padu. Tetapi belum sempurna namanya. Mudah-mudahan dengan semua dukungan pihak bisa diatasi," katanya.
Malaysia Kirim Surat
Seperti diberitakan, Malaysia telah mengirimkan surat kepada Indonesia soal kabut asap lintas batas. Hal itu sehubungan dengan kerja sama berdasarkan Perjanjian Asean tentang Polusi Asap Lintas Batas.
Surat ini dikirimkan menyusul tuduhan Malaysia terhadap Indonesia bahwa kabut asap yang terjadi di negeri jiran itu adalah kiriman dari Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Nik Nazmi Nik Ahmad mengatakan, surat itu telah dikirim kepada Indonesia menyusul instruksi dari Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.
“Saya sudah mengirim surat ke Indonesia. Kemarin Perdana Menteri telah menginstruksikan kementerian untuk mengkoordinasikan masalah kabut asap ini. Sesuai dengan instruksi tersebut, saya mengirimkan surat kepada mitra saya di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan dikutip dari Bernama, Kamis (5/10).
Namun, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyangkal bahwa asap telah melewati batas negara. Dia menyertakan foto satelit bahwa tidak ada asap lintas batas dari Indonesia ke negeri tetangga.
