BNPB: Berkontribusi 70% Kasus Corona di RI, Perlu PSBB se-Pulau Jawa

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis dengan APD lengkap bersiap untuk mengambil sampel swab dari warga di pasar tradisional di Bogor, Jumat (8/5). Foto:  REUTERS / Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis dengan APD lengkap bersiap untuk mengambil sampel swab dari warga di pasar tradisional di Bogor, Jumat (8/5). Foto: REUTERS / Willy Kurniawan

Pulau Jawa sebagai Pulau dengan penduduk paling banyak di Indonesia dinilai sebagai wilayah yang kasus positif virus corona terbanyak. Hal itu disampaikan Sestama BNPB Harmensyah saat raker dengan Komisi VIII DPR.

Dia menyebut 70 persen kasus corona di Indonesia adalah di Pulau Jawa. Sehingga, perlu penerapan PSBB se-Pulau Jawa.

"Kontribusi Pulau Jawa itu ada 70 persen kasus di Pulau Jawa saja meninggalnya 82 persen, sembuhnya 56 persen. Kemudian kita memang perlu pemberlakuan PSBB se-Jawa di sini, supaya ini bisa ditekan," kata Harmensyah dalam raker virtual, Selasa (12/5).

Ilustrasi corona. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Dia melanjutkan, saat ini belum semua daerah di Pulau Jawa yang menerapkan PSBB. Oleh karena itu, dia membeberkan BNPB merekomendasikan daerah yang angka kasus positif virus corona tinggi segera memberlakukan PSBB.

"Daerah yang tinggi angka kasus posotif terkonfirmasi, direkomendasikan melaksanakan PSBB atas dasar inisiatif daerah. Tentunya tetap didukung TNI-Polri dan seluruh stakeholder yang ada baik di pusat dan daerah," sebutnya.

embed from external kumparan

Lebih lanjut, Harmensyah mengingatkan bahwa kunci tak terlular virus corona adalah menjaga kedisiplinan diri. Tetap menjaga kebersihan, jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan secara rutin.

"Presiden sudah menyampaikan physical distancing menjadi hal yang sangat penting. Jadi, kita diwajibkan tetap memakai masker tidak memegang wajah, stay di rumah hingga COVID-19 ini bisa reda. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga disiplin kita," kata Harmensyah.

Hingga Senin (11/5), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 14.265 Positif, 991 Meninggal, 2.881 Sembuh.

embed from external kumparan

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.