BNPB Kerahkan 17 Helikopter Water Bombing-1.500 Prajurit TNI Padamkan Karhutla

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan operasi darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Pemerintah menambah armada helikopter water bombing serta mengerahkan prajurit TNI untuk membantu pemadaman.
“Operasi dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara, baik itu melalui patroli udara, water bombing, dan TMC sesuai kondisi meteorologis lingkungannya,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan BNPB, Minggu (23/8).
Berton mengatakan penguatan operasi tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8).
“Penambahan helikopter water bombing sebanyak 17 helikopter untuk melengkapi armada satgas udara yang telah siap di Kalimantan,” kata Berton menyampaikan arahan Presiden.
Selain memperkuat operasi udara, pemerintah juga mengerahkan personel TNI untuk membantu pemadaman di lapangan.
“Pengerahan kembali sekitar 1.500 prajurit TNI beserta alat pemadam perorangan untuk membantu pemadaman api di titik-titik yang tersebar,” ujarnya.
Di Kalimantan Barat, misalnya, BNPB mencatat sebanyak 10.010 personel telah dikerahkan dalam operasi Satgas Darat. Mereka berasal dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, pihak swasta, dan unsur lainnya untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
“Operasi Satgas Darat, personel dikerahkan sebanyak 10.010 personel yang sudah dikerahkan, baik dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, swasta, dan unsur lainnya untuk pemadaman dan pendinginan,” kata Berton.
Sementara itu, operasi udara di Kalimantan Barat saat ini melibatkan sejumlah armada untuk patroli udara dan water bombing. BNPB juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
“Ketersediaan armada tersebut terdiri dari 2 patroli udara, 5 water bombing, dan 1 pesawat OMC,” terangnya.
