BNPB: Korban Meninggal Gempa Ambon Bertambah, Jadi 39 Orang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon. Foto: ANTARA FOTO/Izaak Mulyawan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon. Foto: ANTARA FOTO/Izaak Mulyawan

Gempa 6,5 magnitudo yang melanda Ambon, Maluku, dan sekitarnya menelan korban jiwa. Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menerangkan jumlah korban jiwa yang tercatat hari ini bertambah menjadi 39 orang.

Sebelumnya, pada Sabtu (5/10), BNPB mencatat korban jiwa sejumlah 37 orang.

"Kami sampaikan perkembangan di Maluku, sampai dengan data tadi malam, korban jiwa meninggal 39 jiwa," kata Doni usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/10).

Kepanikan warga akibat gempa di Ambon, Kamis (26/9/2019). Foto: AFP/AISYAH PUTRI

Sedangkan jumlah korban luka ada sebanyak 1.578 orang. Tak hanya itu, BNPB mencatat masih ada ratusan ribu warga yang mengungsi akibat terdampak gempa.

"Pengungsi 170.900 jiwa. Kemudian, sampai dengan data semalam juga, untuk rumah rusak berat mencapai 1.273 unit, rusak sedang 1.837, rusak ringan 3245, total 6.355 unit," jelasnya.

Doni mengaku akan kembali mengunjungi Ambon untuk lebih memaksimalkan penanganan dampak bencana tersebut. Hal itu juga atas instruksi Jokowi.

kumparan post embed

"Malam ini saya diperintahkan presiden untuk kembali ke Ambon. Sejak 26 September lalu, belum 24 jam, saya sudah ke Ambon untuk pastikan penanganan berjalan maksimal. Kami pastikan semua proses penanganan bencana bisa terlaksana dengan baik," jelasnya.

Gempa 6,5 magnitudo yang mengguncang Ambon dan sekitarnya terjadi pada 26 September. Pusat gempa dengan kedalaman 10 meter berlokasi pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon. Gempa tersebut tak berpotensi tsunami.