BNPB Minta Penyelenggara World Superbike di Mandalika Belajar dari PON Papua

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara tikungan 16 lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (4/10/2021). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara tikungan 16 lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (4/10/2021). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari menilai perhelatan PON XX Papua dapat menjadi acuan bagi kegiatan olahraga berskala besar selanjutnya di Indonesia.

Salah satunya adalah Indonesia yang akan menjadi tuan rumah World Superbike di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada November 2021.

"Ini sebenarnya merupakan momentum yang kita harapkan tadi seperti disampaikan kita bisa belajar banyak dari Papua yang melibatkan banyak pihak dengan mempertahankan prokes ketat," kata Muhari dalam dialog virtual 'Mari Jadikan Prokes PON XX Papua Sebagai Acuan Ajang Olahraga Pada Masa Pandemi' di Youtube BNPB, Jumat (8/10).

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Aam itu berharap pelaksanaan PON di Papua yang tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) meski masih situasi pandemi COVID-19 bisa jadi pembelajaran bagi penyelenggara Superbike.

Sejumlah penari membawakan tarian saat pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). Foto: M Agung Rajasa/Antara Foto

"Di sini tentu saja kita dari komunikasi menyampaikan kabar ini atau pembelajaran ini bagaimana kita menyiapkan event. Bukan tidak mungkin, ada event-event, apakah olahraga atu pariwisata, jangan lupa November ada Superbike di Mandalika. Teman-teman pelaksanaan di Mandalika bisa belajar dari Papua," ungkap Aam.

Ia memastikan perhelatan skala besar di Indonesia masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Dan mau tidak mau, pelaksanaannya berlangsung seiring dengan turunnya kasus COVID-19 secara nasional.

Sehingga diharapkan dapat memacu kembali meningkatnya ekonomi di sektor pariwisata.

"Ini sejalan dengan penurunan kasus di hampir seluruh provinsi, tren penurunan kasus kita berharap akan segera pergerakan kegiatan-kegiatan ekonomi bisa dijalankan dengan prokes yang ketat," tutupnya.

----------

Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews