BNPB Pastikan 4 Korban Meninggal Gempa Banten Bukan Akibat Reruntuhan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers terkait Gempa Selat Sunda di BNPB. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers terkait Gempa Selat Sunda di BNPB. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

BNPB memastikan empat korban meninggal dunia di peristiwa gempa 6,9 magnitudo Banten bukan akibat terkena reruntuhan. Plh Kapusdatin BNPB, Agus Wibowo, menjelaskan keempat korban meninggal dunia karena serangan jantung hingga kelelahan.

Korban di Lebak, Banten, bernama Rasinah (48) meninggal dunia karena serangan jantung. Kemudian di wilayah yang sama, Salam (95) meninggal karena kelelahan saat mengungsi.

"Di Sukabumi belum terkonfirmasi, Haji Ajay (58) dan Ruyani (35). Kalau dilihat, saya prediksi serangan jantung mendadak karena tidak ada bangunan runtuh,” kata Agus di Graha BNPB, Matraman, Sabtu (3/8).

Belakangan diketahui, Ajay dan Riyani meninggal masing-masing akibat terpeleset di WC dan meninggal akibat serangan jantung. Kepanikan memang melanda warga di seputar kawasan gempa. Terlebih, gempa diikuti dengan peringatan dini tsunami.

Warga menunjukkan bagian rumah yang rusak akibat gempa di Kampung Bojong, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8). Foto: ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki

Selanjutnya, BNPB menyebut saat ini sudah tidak ada warga yang mengungsi. Warga telah berangsur pulang ke rumah masing-masing dan kondisi normal kembali.

“Sudah habis, sudah tidak ada lagi (mengungsi), sudah clear. Kita masih kerja sampe Senin (5/8) untuk nyisir apa ada korban, untuk memastikan. Bagaimana cara untuk memberi bantuan atau rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Agus.

Agus menyebut, meski ada beberapa bangunan warga yang rusak dan runtuh, warga tetap pulang.

“Orangnya mungkin ke tempat tetangga atau saudaranya. Belum terdengar pos pengungsian,” tutup Agus.

kumparan post embed