BNPB Sebut Banyak Puskesmas & 1 RS Rusak Imbas Gempa 7,7 M Guncang NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian dan relawan mengevakuasi pasien terdampak gempa di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian dan relawan mengevakuasi pasien terdampak gempa di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan sejumlah Puskesmas rusak akibat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, terdapat pula satu rumah sakit yang rusak di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka.

"Tadi Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak. Hanya satu rumah sakit yang rusak, yaitu di Maumere," jelas Suharyanto dalam konferensi pers secara daring.

Sejumlah pasien dan wisatawan terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO

Selain fasilitas kesehatan, sejumlah material pun ikut terdampak termasuk di antaranya rumah-rumah warga. Suharyanto mengatakan, per Sabtu (15/8), puluhan rumah rusak imbas gempa tersebut.

"Ada beberapa rumah masyarakat. Ini tentu saja didata terus ya, didata terus, berkembang terus. Kalau per hari ini, ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan," pungkas dia.

Adapun pusat gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut berada 30 kilometer Timur Laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan perkembangan situasi terakhir, BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Dilaporkan sebanyak 38 orang tewas akibat bencana tersebut.