BNPB Sebut Sejumlah Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Imbas Gempa di NTT

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Desa Golo Lewe, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Foto: Paula Venia/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Desa Golo Lewe, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Foto: Paula Venia/REUTERS

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mecatat dampak kerusakan akibat gempa 7,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi.

"Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam keterangannya.

"Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait," sambungnya.

Rumah warga yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP

Berton juga mengatakan sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri. Mereka memilih meninggalkan lokasi sebagai bentuk kewaspadaan setelah gempa sempat memicu peringatan dini tsunami.

"Selain itu, sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami," ujar Berton.

Sebelumnya, Gempa M 7,7 terjadi pada pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Basarnas/via REUTERS

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut gempa dipicu oleh pergerakan Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, gempa 7,7 magnitudo. Jadi di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 (magnitudo), 7,9 (magnitudo). Hari ini sudah rilis 7,7 magnitudo," kata Wijayanto saat konferensi pers di kantor BMKG, Sabtu (15/8).

Gempa tersebut sempat memunculkan potensi tsunami sehingga masyarakat di sejumlah wilayah pesisir melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi. Namun, dari hasil pemantauan, BMKG menyatakan tidak ditemukan lagi peningkatan muka air laut yang signifikan dan membahayakan di wilayah terdampak sehingga peringatan dini tsunami kemudian dicabut pada pukul 07.31 WIB.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, BNPB tetap meminta masyarakat berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta tidak masuk ke bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.