BNPB soal Banjir Bandang di Kota Batu: Tak Ada Pohon Kuat untuk Serap Air

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara tim SAR gabungan bersama relawan dan warga membersihkan endapan lumpur akibat banjir bandang di Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11).  Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara tim SAR gabungan bersama relawan dan warga membersihkan endapan lumpur akibat banjir bandang di Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Banjir bandang melanda Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis (4/11) lalu. Banjir bandang dipicu oleh curah hujan tinggi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengungkapkan kondisi tempat banjir bandang terjadi. Menurut dia, banjir bandang diperparah karena di lokasi tersebut tak ada pohon kuat yang berfungsi untuk menyerap air.

"Tadi dari data yang kita lihat ada spot yang tidak ada pohon atau vegetasi kuat yang berfungsi untuk menyerap air," kata Abdul dalam konferensi pers virtual, Sabtu (6/11).

Abdul mengatakan, data tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Agar ke depan lokasi tersebut bisa ditanami lebih banyak pohon untuk menyerap air, sebagai bentuk mitigasi bencana.

"Ini sudah disampaikan, Ibu Wali Kota akan jadi perhatian penanaman vetiver (jenis tanaman), kerja sama untuk KLHK mungkin, untuk lihat apakah daerah itu dalam kawasan lindung atau kawasan pemanfaatan umum lainnya," kata dia.

"Ini juga akan jadi substansi koordinasi nantinya untuk lihat siapa yang bisa melakukan penanaman vegetasi supaya faktor-faktor tadi bisa kita hindari. Struktur secara geologi kita akan koordinasi untuk melihat struktur hulu ini untuk memperkirakan mitigasi lain yang tepat selain penanaman vegetasi," sambung dia.

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang terjadi di Kota Batu pada Kamis (4/11), pukul 14.00 WIB.

Musibah itu menyebabkan enam wilayah terdampak, yakni Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji; Jalan Raya Dieng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu; dan Dusun Beru, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

Selain itu, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji; Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu; dan Dusun Gemulo, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji.