BNPB Terjunkan 2 Helikopter Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, belum padam hingga pagi ini, Rabu (1/7). Total sudah hampir 21 jam api belum berhasil dipadamkan oleh petugas sejak Selasa (30/6) siang.
Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua helikopter water bombing untuk memadamkan api. Helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang.
Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk dijatuhkan langsung ke titik-titik api.
"Upayakan segera dipadamkan," kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (1/7).
Penyebab Kebakaran
TPA Jatiwaringin terbakar sejak Selasa (30/6) pukul 13.00 WIB. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang menduga kebakaran terjadi akibat cuaca panas yang melanda kawasan tersebut.
"Kondisi di sini kering, tidak hujan, ditambah suhu di sini panas, sehingga memicu terjadinya kebakaran di tumpukan sampah. Belum lagi anginnya cukup kencang, jadi api cepat menjalar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, Selasa (30/6).
Warga Mengungsi
Asap akibat kebakaran itu semakin pekat dan membahayakan kesehatan warga sekitar.
Untuk menghindari gangguan pernapasan akibat asap kebakaran tersebut, warga di Kecamatan Rajeg, Sukadiri, dan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai mengungsi.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan telah meminta pihak kecamatan bersama jajaran TNI mengevakuasi warga, terutama lansia, ibu hamil, anak-anak, dan bayi.
"Saya telah meminta jajaran kecamatan dibantu personel TNI berupaya mengungsikan warga masyarakat yang terdampak asap ini. Sudah diungsikan, ada beberapa yang ditempatkan di kantor desa (kantor kepala desa), ada juga yang ditempatkan di masjid," katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengerahkan petugas kesehatan untuk memastikan kondisi warga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
"Di samping itu, pemerintah juga sudah mulai siaga sejak pukul 14.00 WIB. Petugas kesehatan dari puskesmas setempat disiagakan untuk memeriksa kesehatan masyarakat yang terdampak asap akibat kebakaran di TPA ini. Nanti kita tambah lagi petugas kesehatan untuk turun langsung ke beberapa RT/RW yang terdampak di lokasi ini," ujarnya.
